Penyelundupan 45 Kg Sabu-sabu dari Malaysia Terbongkar

    Siti Yona Hukmana - 03 Juni 2021 17:01 WIB
    Penyelundupan 45 Kg Sabu-sabu dari Malaysia Terbongkar
    Konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkotika seberat 45 kg dari Malaysia. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dit Tipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar kasus penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 45 kilogram (kg) dari Malaysia. Puluhan kg sabu-sabu diselundupkan melalu jalur laut dan disimpan di gudang.

    "Mei (2021) kemarin telah mengungkap sabu-sabu kurang lebih 40 kg. Pada 31 (Mei 2021) dikembangkan dan dapat 5 kg sabu-sabu lagi, jadi total 45 kg," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Juni 2021.

     



    Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar menjelaskan pengungkapan kasus itu berawal dari informasi yang masuk ke penyidik Bareskrim Polri terkait pengiriman sabu dari Malaysia ke Indonesia. Penyidik bekerja sama dengan Bea Cukai menyelidiki informasi tersebut.

    "Pada minggu pertama Mei, petunjuk kuat bahwa sabu-sabu dimaksud sudah masuk ke Indonesia melalui Provinsi Riau di pantai timur dan sudah ada di Pekanbaru," kata Krisno.

    Polisi menggerebek sebuah rumah yang dicurigai sebagai gudang penyimpanan sabu-sabu di kawasan Desa Rimbo Panjang, Riau, Sabtu sore, 8 Mei 2021. Polisi mendapati 40 kg sabu-sabu yang dibungkus dengan kemasan teh Tiongkok.

    "Di rumah ini kami temukan seorang wanita inisialnya SW. Ibu ini ketika diperiksa mengaku ini (sabu-sabu) milik suaminya insialnya ADT," ujar Krisno.

    Baca: Sita Bukti 185 Kg, Polisi Buru Otak Kartel Tembakau Sintetis

    Penyidik langsung memburu ADT. Kemudian, ADT diringkus di Perumahan Cantika Permai, Pekanbaru.

    Polisi mengembangkan kasus tersebut dan menangkap empat tersangka lainnya, yakni ES, AN, AI, dan MJ. Keempat tersangka ditangkap di Aceh Timur. Polisi menyita 5 kg sabu-sabu dari tangan keempat tersangka.

    Krisno mengatakan barang haram itu berasal dari Malaysia dan masuk melalui jalur laut tepatnya di pesisir Pantai Timur, Sumatra. Hal itu diketahui dari keterangan ADT.

    "Hasil introgasi tersangka ADT bahwa barang diterima dari saudara Ucok yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui laut," kata jenderal bintang satu itu.

    Keenam tersangka telah dibawa ke Bareskrim Polri. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

    Mereka terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Kemudian, denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id