KSP Peringatkan KKB Papua Hentikan Aksi Brutal

    Theofilus Ifan Sucipto - 17 September 2021 05:00 WIB
    KSP Peringatkan KKB Papua Hentikan Aksi Brutal
    Video KKB Papua serang dan bunuh warga sipil. Metro TV



    Jakarta: Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memberi peringatan kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua segera menghentikan aksi brutalnya. Apalagi, tindakan keji itu diarahkan kepada masyarakat sipil dan fasilitas publik.

    “KKB harus segera menghentikan tindakan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan ini,” tegas Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia (HAM) Jaleswari Pramodhawardani melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 September 2021.

     



    Jaleswari juga mendorong aparat keamanan bertindak tegas dan menegakkan hukum. Kemudian, mengusut tuntas rangkaian aksi teror KKB.

    Baca: Aksi Brutal KKB Papua Serang Puskesmas Kiwirok Terekam Video

    Rangkaian tersebut ialah penyerangan dan pembakaran Kantor Kas Bank Papua, pasar, puskesmas, dan SD Inpres di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Penyerangan terjadi pada Senin, 13 September 2021.

    KKB kembali membakar sejumlah fasilitas pelayanan publik pada Selasa, 13 September 2021. Mulai dari puskesmas, perumahan tenaga kesehatan (nakes) dan guru, hingga sekolah SD dan SMP.

    “Serangkaian aksi yang mengganggu dan menimbulkan ketakutan di masyarakat tersebut telah berdampak setidaknya pada 11 orang nakes,” ujar Jaleswari. 

    Jaleswari menyebut sebagian dari jumlah itu ada yang meninggal, luka-luka, dan hilang. Salah satu korban meninggal ialah perawat bernama Gabriella Meilani, 22. Sementara itu, seorang nakes lain yang belum ditemukan adalah Gerald Sokoy, 28.

    “Kekerasan oleh KKB merupakan tindakan pidana serius terhadap warga Papua yang harus segera dihentikan,” papar dia.

    Jaleswari menyayangkan korban kekerasan itu adalah nakes. Padahal, kehadiran mereka sangat penting terutama di tengah pandemi covid-19 saat ini.

    Tindakan KKB terhadap nakes merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang (UU) Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UU Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, UU Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id