PN Jaksel Tolak Praperadilan Angin Prayitno

    Aria Triyudha - 28 Juli 2021 21:22 WIB
    PN Jaksel Tolak Praperadilan Angin Prayitno
    ilustrasi/medcom.id




    Syaefullah menilai hakim tidak konsisten dalam mengambil putusan. Semula, hakim menggunakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 21 Tahun 2014 untuk memperluas objek praperadilan. Putusan ini juga mengatur prosedur penetapan tersangka dengan minimal dua alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan.

    "Di persidangan praperadilan terbukti Pak Angin ditetapkan tersangka bukan barang bukti di penyidikan, tapi penyelidikan," ucap Syaefullah.

     



    KPK menetapkan Angin Prayitno Aji sebagai tersangka bersama lima orang lainnya. Kelima tersangka, yaitu Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Dirjen Pajak, Dadan Ramdani serta dua orang konsultan pajak  PT Gunung Madu Plantation (PT GMP), Ryan Ahmad Ronas, dan Aulia Imran Maghribi.

    KPK turut menetapkan tersangka kuasa pajak PT Bank PAN Indonesia (BPI), Veronika Lindawati; dan PT Jhonlin Baratama (JB), Agus Susetyo. Mereka diduga berkomplot memanipulasi pajak untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

    Angin dan Dadan ditengarai memainkan jumlah kewajiban pajak yang harus dibayarkan perusahaan. Pejabat Ditjen Pajak itu melakukan pemeriksaan pajak yang tidak sesuai dengan aturan.

    Angin diduga mengantongi uang Rp15 Miliar dari PT GMP pada periode Januari-Februari 2018. Angin juga diduga menerima uang 500 ribu Dolar Singapura dari kesepakatan Rp25 miliar dengan PT BPI di pertengahan 2018. Angin juga diduga menerima 3 juta Dolar Singapura dari PT JB pada Juli-September 2018.

    Angin dan Dadan dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang perubahan atas UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    (NUR)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id