Ketika Firli Bahuri Dituduh Mencuri

    Candra Yuri Nuralam - 14 Juni 2021 08:58 WIB
    Ketika Firli Bahuri Dituduh Mencuri
    Ketua KPK Komjen Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto



    Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menceritakan masa kecilnya. Sebagai anak petani, dia mengaku hidup jauh dari kecukupan.

    "Tidak pernah berganti baju dan kain. Baju satu, kain satu, dan celana satu. Baju kalau basah kita jemur di atas api, kita pakai sarung karena harus dipakai lagi," kata Firli dalam acara Kick Andy Double Check di Metro TV, Minggu, 13 Juni 2021.

     



    Pria kelahiran Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, 8 November 1963, itu mengatakan meski kesulitan, dia tetap bersekolah. Saat itu, dia sekolah tanpa menggunakan sepatu.

    "Beruntung waktu saya SD tidak ada kewajiban pakai sepatu dan tidak pula punya kewajiban berseragam," ujar Firli.

    Eks Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri itu mengatakan orang tuanya tidak mampu membeli sepatu. Namun, hal itu tidak membuatnya patah semangat untuk bersekolah.

    Baca: Firli Sebut Pegawai KPK Sudah Banyak Dapat 'Diskon' Saat Alih Status

    Suatu hari ketika pulang sekolah, Firli melihat sepatu terbuang di tempat sampah. Dia ingin memiliki sepatu itu untuk digunakan bersekolah.

    "Saya lihat ada sepatu warna coklat saya ambil. Mereknya Kickers, tapi sudah enggak ada tali," ujar Firli.

    Usai memungut sepatu itu, Firli langsung berlari ke rumah. Sesampainya di kediaman, sepatu itu dibersihkan dan diperbaiki.

    "Saya cuci, saya semir, kemudian saya belikan tali baru," tutur Firli.

    Saking senangnya, Firli memamerkan sepatu itu di sekolah esok harinya. Dengan bangga dia menggunakan sepatu yang ditemukannya di tempat sampah.

    Namun, respons yang diterima tak seperti yang dibayangkan Firli. Salah satu temannya mengaku sebagai pemilik sepatu yang terbuang itu. 

    "Dia lapor kepada kepala sekolah," ujar Firli.

    Mantan Ajudan Wakil Presiden ke-11 Boediono itu dipanggil ke ruang kepala sekolah. Dia dituduh mencuri sepatu temannya.

    "Saya bilang, 'saya tidak mencuri sepatu, saya menemukan di tempat sampah, saya ambil saya bersihkan'," ujar Firli.

    Firli merasa tidak bersalah. Meski begitu, Firli mengalah. Sepatu yang sudah dicuci dan diperbaiki itu diserahkan kepada temannya.

    "Akhirnya itu saya kembalikan, sepatu merek Kickers itu paling top dulu, warna coklat. Saya hanya pakai sehari saja," tutur Firli.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id