comscore

Jaksa Dalami Dugaan Kepemilikan 81 Bidang Tanah Angin Prayitno

Fachri Audhia Hafiez - 07 Desember 2021 15:27 WIB
Jaksa Dalami Dugaan Kepemilikan 81 Bidang Tanah Angin Prayitno
Sidang kasus dugaan suap pajak dengan terdakwa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani. Medcom.i
Jakarta: Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji disebut membeli puluhan bidang tanah yang tersebar di berbagai daerah. Hal itu terungkap dari wiraswasta sekaligus rekan Angin, Fatoni.

"Pak Angin minta tolong urus jual beli tanah atas nama saya," kata Fatoni saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Desember 2021.
Fatoni kenal dengan Angin sudah 20 tahun dari jual beli batu akik. Dia pun menuruti permintaan Angin untuk mengurus jual beli tanah tersebut. Termasuk mengatasnamakan semua tanah yang dibeli dengan nama keluarga Fatoni.

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi kebenaran 81 bidang tanah yang dibeli Angin menggunakan akta jual beli atas nama keluarga Fatoni. Sekaligus alasan mengapa keluarga Fatoni mau diperintah Angin seperti itu.

"Ini banyak banget tanahnya 81 bidang, ini ada yang Bandung, Tangerang Selatan, Bogor, Daerah Istimewa Yogyakarta, saudara enggak tanya kenapa harus menggunakan Fatoni dan keluarga?" tanya salah satu jaksa.

"Saya belum pernah tanya, kalau disuruh ya nurut saja," ungkap Fatoni.

Baca: KPK Hadirkan 5 Saksi di Sidang Kasus Suap Pajak

Fatoni mengurus pembelian tanah-tanah tersebut. Angin menyerahkan seluruh sumber uang untuk pembelian secara tunai.

"Saya kalau mau pembayaran datang ke rumah Pak Angin, langsung cash. Tapi enggak sekaligus, bertahap," kata Fatoni.

Fatoni dibantu anaknya, Sulton, untuk mengurus pembelian tanah. Dalam persidangan, Sulton membeberkan proses mengurus pembelian tanah hingga melakukan survei.

"Ongkos (survei) dari Pak Angin," kata Sulton.

Sulton juga membeberkan Angin menyuruh Fatoni untuk menggunakan nama-nama dari keluarganya. Terdapat 11 orang yang dipakai dari keluarga Fatoni.

"Pak Angin nyuruh 'pakai nama-nama anak lu saja Pak Haji (Fatoni)', Ayah yang milih," ucap Sulton.

Fatoni dan Sulton dihadirkan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan pajak. Perkara itu menjerat Angin Prayitno dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.

Angin dan Dadan didakwa menerima suap Rp15 miliar dan SGD4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama tim pemeriksa pajak dari Ditjen Pajak yakni, Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

Mereka merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT GMP untuk tahun pajak 2016. Lalu, wajib pajak PT Panin Bank tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Angin dan Dadan didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id