KPK Segera Panggil Ulang Zulkifli Hasan

    Juven Martua Sitompul - 04 Februari 2020 01:06 WIB
    KPK Segera Panggil Ulang Zulkifli Hasan
    Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal kembali memanggil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Zulkifli akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

    "Tapi saya sudah komunikasi dengan mereka (penyidik) dan akan dipanggil ulang. Itu sudah pasti (dipanggil ulang)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin, 3 Februari 2020.

    Penjadwalan ulang ini dilakukan setelah Zulkifli mangkir dari panggilan penyidik pada Kamis, 16 Januari 2020. Kasus suap ini terjadi saat Zulkifli menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

    Menurut Ali, dalam pemeriksaan nanti penyidik akan menggali keterangan Zulkifli soal Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut) nomor 673/2014 yang ditandatangani pada 8 Agustus 2014.

    "Masih sama seperti kemarin. Betul, terkait dengan itu (SK Menhut)," kata Ali.

    Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menyesakan sikap Zulkifli yang mangkir dari panggilan KPK. Sebagai pimpinan MPR, kata Ramses, Zulkifli harusnya mengedepankan sikap negarawan, patuh terhadap hukum, dan memberi contoh tentang penegakan hukum kepada masyarakat.

    "Harusnya Dia (Zulhasan, red), menghadiri pemanggilan KPK. Dia pernah menjabat sebagai Ketua MPR, dan masih menjadi salah satu pimpinan di sana. Beri contoh kepatuhan kepada hukum dan sikap kenegarawanan terhadap masyarakat dong," kata Ramses.

    Dia menyesalkan alasan Zulkifli mangkrir dari pemanggilan tersebut. Menurutnya, keputusan Zulkifli memilih mendatangi 'kampanye' calon Ketua Umum PAN dan mengaku tak mengetahui adanya pemanggilan tersebut melukai perasaan rakyat Indonesia.

    Dia juga menyebut kehadiran Zulkifli dalam kegiatan PAN tak hanya melukai perasaan rakyat Indonesia. Kedatangan Ketua Umum PAN dalam kegiatan itu akan membebani PAN dengan ‘persoalan hukum’, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap partai tersebut.

    "Sebagai ketua umum, semua hal yang dilakukan Zulkifli akan mencuri perhatian publik. Sayangnya, dia tak menyadari kalau ketiadakpatuhannya terhadap proses hukum, mangkir dari panggilan KPK, akan 'membebani' PAN dengan persoalan tersebut," kata dia.

    Ramses mendorong Zuklifli untuk menghadiri panggilan KPK berikutnya. Selain menjadi contoh bagi masyarakat, kepatuhan Zulkifli terhadap penegakan hukum akan diteladani oleh kader PAN di seluruh Indonesia.

    "Kalau Pak Zulkifli menyadari posisinya saat ini, saya yakin dia tidak akan mangkir pada pemanggilan selanjutnya. Dia akan memberi contoh kepada masyarakat, kader-kader PAN, sekaligus menunjukan sikap kenegarawanan sebagai pimpinan MPR," tegas Ramses.

    Zulkifli sebelumnya mengklaim tidak mengetahui adanya surat panggilan dari penyidik KPK. Mantan Meteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu justru menghadiri acara temu kader PAN di Provinsi Jambi.

    "Saya belum tahu bahwa ada surat pemanggilan untuk pemeriksaan di gedung KPK yang dijadwalkan hari ini, makanya saya menghdiri acara di Jambi temu kader PAN dan sekaligus memberikan pengarahan kepada para kader Partai Amanah Nasional tersebut," kata Zulkifli.

    KPK telah melayangkan surat panggilan terhadap Zulkifli selaku mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2009-2014. Ketua Umum DPP PAN itu dipanggil sebagai saksi kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau Tahun 2014, yang menjerat PT Palma.

    KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan Tahun 2014. Tiga tersangka itu yakni korporasi PT Palma; Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014, Suheri Terta (SRT); dan Surya Darmadi.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id