Kuasa Hukum John Kei Bantah Kliennya Rencanakan Pembunuhan

    Siti Yona Hukmana - 23 Juni 2020 18:46 WIB
    Kuasa Hukum John Kei Bantah Kliennya Rencanakan Pembunuhan
    Tim kuasa hukum John Kei/Medcom.id/Siti.
    Jakarta: Kuasa Hukum John Kei, Anton Sudanto, membantah kliennya merencanakan pembunuhan terhadap Nus Kei. Dia menyebut tak ada bukti keterlibatan John Kei.

    "Betul tentu itu kami membantah, karena enggak ada bukti sama sekali," kata Anton di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juni 2020. 

    Dia juga membantah kerusuhan di rumah keluarga Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan rumah Nus Kei di perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten atas perintah John Kei. Meski demikian, Anton tetap menghargai proses penyidikan.

    "Jadi biarkanlah diuji dulu oleh penyidik, kita lihat nanti seperti apa perkembangannya," ucap Anton. 

    Di sisi lain, Anton mengaku tengah mengkaji bukti-bukti yang disita kepolisian. Dia memastikan akan mengawal kasus kliennya hingga tuntas.

    Baca: John Kei Hobi Berkelahi Sejak Kecil

    Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan John Kei terbukti melakukan pemufakatan jahat terhadap saudaranya, Nus Kei. Buktinya, ada pada pesan perintah John Kei kepada anak buahnya.

    "Kita membuka handphone pelaku ini, ada perintah dari John Kei ke anggotanya. Indikator pemufakatan jahat adanya perencanaan pembunuhan terhadap Nus Kei dan ER," ujar Nana, Senin, 22 Juni 2020. 

    John Kei bersama 29 anak buahnya diringkus polisi pada Minggu, 21 Juni 2020. Mereka menyerang kediaman paman John Kei, Nus Kei, di Cengkareng dan Cipondoh.

    Motif penyerangan lantaran John Kei tak puas dengan pembagian uang hasil penjualan tanah. John dan anak buahnya dijerat pasal berlapis.

    Pasal pertama yakni Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Selain itu, John Cs juga dijerat Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam hukuman mati.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id