Dalih KPK Novel Tak Ikuti Proses Rekonstruksi

    Zaenal Arifin - 08 Februari 2020 05:30 WIB
    Dalih KPK Novel Tak Ikuti Proses Rekonstruksi
    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: ANT/Dhemas Reviyanto
    Jakarta: Pelaksana tugas Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengungkapkan alasan ketidakhadiran Novel Baswedan dalam rekonstruksi kasusnya. Kesehatan mata Novel terganggu. 

    "Mas Novel tidak bisa mengikuti rekonstruksi itu memang ada gangguan di kesehatan matanya, memang tidak bisa melihat cahaya dalam bentuk rekonstruksi ya," kata Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 8 Februari 2020. 

    Penyidik dari Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus tersebut di kediaman Novel Baswedan, di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan rekonstruksi dilakukan menyamakan waktu saat insiden penyiraman air keras terjadi tepatnya setelah salat Subuh.

    "Secara teknis pelaksanaannya, tentu kami tidak bisa lebih jauh masuk ke situ, karena tentu kami menyakini teman-teman penyidik di kepolisian punya strategi dalam proses penyelesaian perkaranya," ucap Ali. 

    Selama digelarnya rekonstruksi, Novel berada di rumahnya. Ia tak memantau proses reka adegan dua tersangka yang ditangkap akhir 2019. Namun, dia sempat bertemu penyidik. Dia berharap proses penyidikan objektif.

    "Jangan sampai penyidikan malah memotong pembuktian yang lengkap, jangan sampai ada pihak yang dikorbankan atau mengorbankan diri, itu tidak boleh," tutur Novel di kediamannya.

    Dalih KPK Novel Tak Ikuti Proses Rekonstruksi
    Proses rekonstruksi kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto

    Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK, Novel Baswedan, Jumat, 7 Februari 2020. Namun, rekonstruksi tidak boleh diliput media.
     
    Sejumlah anggota polisi melarang media untuk mendekati area rekonstruksi hingga radius sekitar 50 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rekonstruksi berlangsung di depan rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, tak jauh dari Masjid Al Ihsan.
     
    Novel Baswedan disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Tim Teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis, 26 Desember 2019.
     
    Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Ronny dan Rahmat dijerat Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.





    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id