KPU Siapkan Kronologi Perebutan Kursi Politikus PDI Perjuangan

    Antara - 10 Januari 2020 16:19 WIB
    KPU Siapkan Kronologi Perebutan Kursi Politikus PDI Perjuangan
    Gedung KPU. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan dokumen penjelasan soal pergantian antarwaktu (PAW) pemegang kursi DPR dari PDI Perjuangan. Bau amis perkara ini terendus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Saya juga minta dibuatkan kronologinya. Sebetulnya rangkaian yang kita keluarkan untuk perkara terkait itu apa saja. Mulai penetapan hasil pemilunya," kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Jumat, 10 Januari 2020.

    Menurut dia, dokumen itu akan menjelaskan tentang penetapan calon yang terpilih hingga pengajuan keberatan atau uji materi. KPU juga menjabarkan permohonan PAW dari PDI Perjuangan.

    "Berapa kali surat masuk (permohonan PAW) ke kita, berapa kali kita jawab. Sampai dengan yang terakhir kita kirimkan tanggal 7 kemarin, jadi itu juga sedang disiapkan," ungkap dia.

    Arief menyebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kepentingan tertentu, dokumen itu bisa langsung dipergunakan. Dokumen sudah tersedia.

    Selain menyiapkan dokumen kronologi, KPU sedang menyiapkan laporan. Catatan-catatan ini akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo, DPR dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

    KPK membongkar suap terkait PAW anggota DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu, 8 Januari 2020. Lembaga Antirasuah membekuk Komisioner KPU Wahyu Setiawan. 

    Perkara bermula dari kursi DPR di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan (Sumsel) I yang diraih calon legislator (caleg) PDI Perjuangan Nazarudin Kiemas. Nazarudin yang meninggal pada Maret 2019 tetap meraih banyak suara pada pemilihan legislatif (pileg) April 2019.

    Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu) menjelaskan calon terpilih yang berhalangan tetap bisa digantikan oleh KPU. Kursinya menjadi jatah calon bersuara terbanyak kedua.

    Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan sempat menggugat uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. MA pun menetapkan partai sebagai penentu suara dan PAW.

    Namun, KPU memutuskan caleg PDI Perjuangan Riezky Aprilia untuk menggantikan Nazarudin melenggang ke Senayan. Riezky meraih suara terbanyak kedua setelah Nazarudin.

    Sementara itu, PDI Perjuangan merekomendasikan caleg lain, Harun Masiku, menggantikan Nazarudin. Harun diduga menyuap Wahyu demi mengupayakan PAW untuk mendapatkan kursi DPR yang diraih Nazarudin.

    Dalam OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, KPK menyita uang senilai Rp400 juta dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
     
    Wahyu dan orang kepercayaannya, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)  Agustiani Tio Fridelina, ditetapkan menjadi tersangka penerima suap. Harun Masiku dan staf Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Saeful menjadi tersangka pemberi suap. 
     
    Atas perbuataannya, Wahyu dan Agustiani disangka melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Harun dan Saeful dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Wahyu, Agustiani, dan Saeful telah ditahan KPK. Sementara itu, Harun masih buron. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id