Novel Siap Dipertemukan dengan Penyerang

    Yurike Budiman - 07 Januari 2020 10:11 WIB
    Novel Siap Dipertemukan dengan Penyerang
    Penyidik KPK Novel Basweddan diperiksa di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menegaskan tak mengenal penyerangnya, RM dan RB. Dia bersedia dipertemukan dengan keduanya.

    "Kalau dipandang perlu (bertemu tersangka) saya siap," kata Novel usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin malam, 6 Desember 2019.

    Perwira polisi yang memutuskan pensiun dini itu tak pernah berkomunikasi dengan para tersangka kendati sama-sama berasal dari Korps Bhayangkara. Alhasil, dia ragu tersangka menyerangnya karena motif dendam.

    "Saya pastikan, saya hampir bisa memastikan dengan fakta-fakta yang sudah saya sampaikan di pemeriksaan tadi bahwa ini terkait dengan tugas-tugas saya dalam upaya memberantas korupsi di KPK," tutur dia.

    Namun, Novel menyerahkan kemungkinan konfrontasi itu kepada polisi. Hal ini menjadi kewenangan penuh penyidik Korps Bhayangkara. 

    "Sekarang saya memberi keterangan apa yang ditanya semua saya jawab. Soal konfrontasi apa tidak, tanya ke penyidik," ujar dia.

    Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu menjadi korban teror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
     
    Pada eranya, eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta membedah kasus Novel. Tim yang terdiri dari beragam ahli itu menyimpulkan penyerangan terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
     
    Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim yang berisikan personel dengan beragam kemampuan khusus ini bekerja secara senyap.
     
    Dua polisi penyerang Novel, RM dan RB, akhirnya ditangkap Kamis, 26 Desember 2019. RB, tersangka penyiram air keras, sempat berteriak mencela Novel saat digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
     
    "Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ungkap RB, Sabtu, 28 Desember 2019.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id