Kivlan Zen Dirawat di RSPAD

    Siti Yona Hukmana - 17 September 2019 10:05 WIB
    Kivlan Zen Dirawat di RSPAD
    Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen. Foto: Medcom.id/Cindy.
    Jakarta: Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal, Kivlan Zen, dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Kondisi kesehatan Kivlan memburuk.

    "Bapak Kivlan menderita infeksi paru-paru stadium 2, ada luka di paru-parunya, dan beberapa penyakit komplikasi juga diidap Beliau," kata kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 17 September 2019.

    Menurut dia, Kivlan dirawat sejak Senin, 16 September 2019. Penyakit infeksi paru itu diderita Kivlan sejak ditahan, akhir Mei 2019. 

    "Kemungkinan diduga karena udara atau faktor ketersediaan sumber pernafasan di Rutan (Rumah Tahanan) Polda Metro Jaya dengan usia (Kivlan) 73 tahun," ungkapnya. 

    Tonin menyebut kliennya telah mendapatkan izin menjalani perawatan di luar Rutan atas persetujuan majelis hakim. Hal itu tertuang dalam surat penetapan nomor 960/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst yang diteken hakim ketua Hariono dan dua anggota hakim lainnya: Hastopo dan Saifudin Zuhri.

    Mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 10 September 2019. Kivlan didakwa menguasai senjata api ilegal. Dia disebut memiliki empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam.

    Kivlan sempat mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk berobat ke RSPAD. Dia menyampaikan itu usai jaksa membacakan dakwaan terhadap dirinya. "Kalau Yang Mulia memperkenankan, boleh kami dirujuk dulu untuk berobat," tutur Kivlan.

    Selain itu, Kivlan juga mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. Kivlan kini dititipkan di Rutan Polda Metro Jaya yang sebelumnya ditempatkan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

    Kivlan ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan perdana kasus dugaan makar di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu, 29 Mei 2019. Namanya terseret kasus kepemilikan senjata api ilegal usai enam orang tersangka kasus dugaan makar ditangkap. 

    Keenam tersangka itu adalah IK alias HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Mereka diduga menunggangi aksi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21-22 Mei 2019. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id