Alasan Menkumham Pindahkan Novanto ke Rutan Gunung Sindur

    Arga sumantri - 17 Juni 2019 18:46 WIB
    Alasan Menkumham Pindahkan Novanto ke Rutan Gunung Sindur
    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly - Medcom.id/Arga Sumantri.
    Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyebut terpidana korupsi proyek KTP berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto sengaja dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Bogor. Rutan itu dianggap punya sistem keamanan maksimum (high risk). 

    "Itu bukan apa, untuk high risk, untuk sementara kita tempatkan di situ. Orang tanya, kenapa high risk, ya itu high risk, bagaimana mau melarikan diri," kata Yasonna ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019. 

    Yasonna menjelaskan, kala itu Novanto memang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Santosa Bandung. Novanto rupanya coba mengelabui petugas dengan alasan ingin membayar biaya rumah sakit. 

    "Memang benar sakit hanya setelah itu dia ya mengelabui petugas kita. Suruh bayar bill di bawah dan ternyata tidak balik," ungkap dia. 

    Menurut Yasonna, petugas yang mengawal Novanto langsung menelepon ke Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sukamiskin, Bandung, lantaran Novanto tak kunjung kembali. Setelah itu, berkoordinasi dengan Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto. Lapas Sukamiskin lantas melaporkan kejadian itu kepada kepala kantor wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak. 

    (Baca juga: Kemenkumham: Hanya Novanto yang Hobi Pelesiran)

    "Kakanwil mencoba melacak, kemudian sudah ada media gambar beliau, diambil tindakan oleh kakanwil," tambah dia. 

    Terpidana kasus korupsi mega proyek KTP-el Setya Novanto kembali berulah. Jumat, 15 Juni 2019, Setnov tertangkap pelesiran bersama perempuan yang diduga istrinya, Deisty Tagor, ke toko bahan bangunan di bilangan Padalarang, Bandung. Sebelumnya, Setnov minta izin kepada pengawal naik ke lantai 3 RS Santosa, Bandung, untuk membayar tagihan. Atas kejadian itu, Novanto sementara dipindahkan ke ruang observasi Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. 

    Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum dan HAM Jawa Barat, Abdul Aris mengatakan pemindahan Novanto ke LP Gunung Sindur ditentukan dari hasil evaluasi selama masa penahanan sementara.

    Pelesiran korupsi kelas kakap keluar LP seolah lumrah dilakukan elite koruptor. Selain Novanto, ada beberapa terpidana korupsi lain pernah melakukan hal tidak terpuji tersebut. Mereka di antaranya mantan Wali Kota Palembang Romi Herton, yang tepergok mendatangi rumah istri mudanya di Jalan Kuningan Raya No 101, Kelurahan Antapani Tengah, Bandung. 

    Terpidana korupsi sistem komunikasi radio terpadu di Kementerian Kehutanan, Anggoro Widjojo, juga empat kali berkunjung ke Apartemen Gateway, Bandung, yang hanya 3,5 kilometer dari Lapas Sukamiskin. Selanjutnya, terpidana korupsi kasus impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, juga ketahuan pernah mengunjungi rumahnya di Kompleks Panorama Alam Parahyangan, Bandung.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id