Capim KPK Diminta Tak Omong Kosong

    Arga sumantri - 11 September 2019 15:47 WIB
    Capim KPK Diminta Tak Omong Kosong
    Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa meragukan komitmen calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango. Desmond juga meragukan kemampuan capim berlatarbelakang hakim itu dalam menata Lembaga Antirasuah. 

    "Saya melihat manis sekali omongan ini, tapi Anda asalnya dari hakim. Ini yang membuat Saya ragu. Emangnya peradilan hari ini beres? Enggak juga," kata Desmond di ruang rapat Komisi III, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 September 2019. 

    Keraguan itu didasari masih banyak mafia hukum di lembaga peradilan. Masih banyak polisi, pengacara, hingga hakim yang belum bersih.

    "Kalau hakimnya beres kepastian hukum, keadilan, itu ada. Saya pikir sama saja omong kosongnya," ujarnya. 

    Nawawi juga dinilai terlalu berlebihan dalam mengkritik KPK. Nawawi tak bisa menyampaikan secara nyata bagaimana upaya pencegahan yang akan dilakulan bila menjadi pimpinan KPK. 

    "Praktiknya bagaimana? Catatan-catatan inilah yang hari ini kami enggak mau ada omong kosong," ujarnya. 

    Nawawi menjawab keraguan Desmond. Ia mafhum bila para legislator meragukan capim yang tengah menjalani uji kelayakan. 

    Nawawi meyakini bisa menjaga komitmen dan punya loyalitas. Nawawi mengaku tak bakal seperti pimpinan KPK lainnya yang bicara manis saat uji kelayakan, namun membangkang dari DPR ketika terpilih. 

    Ia juga menyinggung soal informasi adanya komisioner KPK yang melobi DPR agar dipilih. Ia menyebut nama eks Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK saat ini Saut Situmorang.

    "Abraham Samad beda dengan Nawawi Pomolango. Seorang Saut Situmorang yang barangkali pernah melobi Bapak? Beda dengan Nawawi. Nawawi tidak pernah melobi Bapak seperti Pak Saut Situmorang," ujar Nawawi.

    Nawawi juga menyeret institusi Mahkamah Agung (MA). Ia menyatakan MA bisa jadi jaminan atas komitmennya membenahi KPK. Bagi Nawawi, MA adalah lembaga panutan dalam pembentukan komitmen dan loyalitas.

    "Kami hakim Pak 30 tahun, dan kalau bicara loyalitas MA itu soko guru loyalitas. Kami dibesarkan dengan lembaga yang memberi teladan tentang loyalitas dan komitmen dalam berbicara," beber Nawawi. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id