comscore

Keluarga Menduga Pengeroyokan Lansia Hingga Meninggal Terencana

Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 24 Januari 2022 19:22 WIB
Keluarga Menduga Pengeroyokan Lansia Hingga Meninggal Terencana
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Pihak keluarga mengutuk aksi pengeroyokan keji hingga menewaskan Wiyanto Halim (HM), 89, di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Apalagi, Wiyanto Halim dikeroyok karena difitnah maling mobil.

"Tuduhan pencurian kendaraan terhadap almarhum Wiyanto Halim adalah fitnah keji," tegas anak korban, Bryana Halim, Senin, 24 Januari 2022.
Bryana melaporkan kejadian yang menimpa ayahnya itu ke Polres Jaktim dengan nomor Laporan Polisi Nomor LP/B/182/1/2022/SPKT/RES.JAKTIM/PMJ, Tanggal 23 Januari 2022 di Polres Jakarta Timur, atas dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap barang dan orang.

Usai melapor, keluarga dan kuasa hukum mendapat berbagai informasi dari kerabat, teman, dan sosial media tentang peristiwa yang terjadi. Dari informasi itu, keluarga menduga peristiwa nahas yang menimpa ayahnya bukanlah pengeroyokan yang terjadi secara spontan tetapi rekayasa.

Hal itu diungkapkan Bryana dengan bukti dari gambar dan video yang didapat. Dalam video itu, kata dia, terlihat ada orang yang bertugas sebagai provokator meneriaki ayahnya sebagai maling atau pelaku pencurian mobil.

"Ada orang yang bertugas membuat rekaman video dan menyebarkannya di sosmed, membuat opini bahwa kematian Wiyanto Halim terjadi karena amuk massa," kata dia.

Baca: 1 Pengeroyok Lansia Hingga Meninggal Jadi Tersangka

Belum lagi adanya seseorang yang mengendarai motor paling belakang dan mengajak orang-orang di pinggir jalan untuk ikut mengejar mobil yang dikendarai Wiyanto Halim. Ketika mobil Wiyanto Halim berhenti, ada beberapa pengejar yang disinyalir bukan massa langsung melakukan perusakan terhadap mobil milik Wiyanto Halim.

Pelaku ini bahkan melemparkan batu, helm, dan kayu ke kepala Wiyanto Halim hingga bocor di beberapa bagian. Kuat dugaan luka ini yang menyebabkan Wiyanto Halim meninggal. Sadisnya, jenazah Halim Wiyanto masih diteriaki dan dipaksa makan kerupuk oleh para pelaku.

"Sungguh perbuatan biadab orang yang sudah nyata meninggal dunia masih diperlakukan seperti itu," tegas dia.

Dia meminta polisi mendalami motif dari kasus pembunuhan. Terpenting, mencari aktor intelektual di balik pembunuhan tersebut.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id