comscore

Penuhi Panggilan Polisi, Rizky Febian Bungkam

Siti Yona Hukmana - 16 Maret 2022 15:10 WIB
Penuhi Panggilan Polisi, Rizky Febian Bungkam
Rizky Febian (kanan) bersama kuasa hukumnya di Bareskrim Polri/Medcom.id/Siti Yona
Jakarta: Publik figur Rizky Febian menghadiri pemeriksaan terkait kasus investasi bodong yang melibatkan Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan. Rizky belum mau bicara. 

"Pemeriksaannya enggak tahu kayak gimana," kata kuasa hukum Rizky, Ahmad Ramzy, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Maret 2022. 
Baca: Siap Diperiksa, Ini Awal Mula Rizky Febian Terima Uang dari Doni Salmanan

Rizky datang ke Bareskrim Polri sebagai saksi dalam pemeriksaan tersangka Doni Salmanan. Dia akan dicecar penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terkait uang yang diterima dari tersangka Doni. 

"Kita diperiksa dulu, nanti setelah diperiksa baru saya ngomong," ungkap Ramzy. 

Sejatinya, penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap Rizky Febian pada Jumat, 18 Maret 2022, namun dia menyanggupi diperiksa lebih cepat dari jadwal. Penyidik siap melakukan pemeriksaan Rizky hari ini. 

Rizky Febian pernah menawarkan minuman racikannya di akun Instagram pribadi. Minuman itu dibeli Doni Salmanan dengan harga sangat fantastis, yakni Rp400 juta.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan. 

Doni dijerat pasal berlapis. Pria kelahiran 1998 itu dipersangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU). 

Sesuai Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id