comscore

BNPT Kaji Dugaan ACT Kirim Dana Umat ke Kelompok Teror

Siti Yona Hukmana - 05 Juli 2022 19:37 WIB
BNPT Kaji Dugaan ACT Kirim Dana Umat ke Kelompok Teror
Ilustrasi terorisme. (Medcom.id)
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengaku telah menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait dugaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kirim dana umat ke kelompok terorisme. Data itu tengah dikaji. 

"Data intelijen tadi kami kaji ada enggak yang relevan dengan distribusi atau pendanaan terorisme. Jikalau ada maka segera kami tindak lanjuti koordinasi dengan Densus 88 Antiteror sebagai eksekutor di dalam penegakan hukum di bidang tindak pidana terorisme," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid saat dikonfirmasi, Selasa, 5 Juli 2022. 
Namun, jika tidak ada fakta terkait dugaan tindak pidana terorisme tersebut, kata dia, BNPT akan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri. Hal itu untuk menentukan ada tidak unsur pidana lain yang dilakukan ACT. 

"Misalnya pencucian uang, kemudian pidana umum misal penipuan, penggelapan dan sebagainya. Tentu kami koordinasikan dengan Bareskrim dan lain-lain sebagainya," ungkap jenderal Polisi bintang satu itu. 

Nurwakhid mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menyumbangkan dana baik berupa sedekah atau infak. Dia menyarankan masyarakat sedekah di lembaga resmi negara, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementerian Agama, dan lain-lain. 

Dia mengakui yayasan ACT juga sering membantu dalam aksi solidaritas muslim di New Zealand dan penggalangan dana terkait aksi-aksi solidaritas lainnya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, dia meminta masyarakat yang peduli dengan sesama untuk menyalurkan sedekah dan infak melalui jalur resmi. Seperti di Kementerian Luar Negeri bagi warga yang berada di luar negeri. 

"Kenapa? yang harus dipahami bahwa radikalisme dan terorisme sejatinya adalah gerakan politik, baik itu politik kekuasaan maupun politik bisnis yang endingnya juga mendanai daripada aksi terorisme dengan memanipulasi, mendistorsi dan mempolitisasi agama," tutur Nurwakhid. 
 

Baca: Dana Umat di ACT Diduga Mengalir ke Teroris


Dia meminta penggalangan dana itu menjadi kewaspadaan bersama. Pasalnya, kata dia, Indonesia belum memiliki regulasi yang melarang atau bisa melakukan jeratan hukum terhadap aspek ideologi radikalisme. 

"Yang ada baru terkait dengan aksi terorisme yaitu upaya preventif justice, atau preventif strike sebelum aksi teror sudah bisa ditindak untuk selanjutnya diproses hukum. Ini belum mampu dari aspek ideologinya, ini harus menjadi waspada kita," ucap dia. 

Halaman Selanjutnya
ACT menjadi trending topik di…






Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id