comscore

Korupsi ASABRI, Teddy Tjokrosapoetro Pertanyakan Keterangan Saksi Soal Transaksi Rekening

Fachri Audhia Hafiez - 02 Juni 2022 18:44 WIB
Korupsi ASABRI, Teddy Tjokrosapoetro Pertanyakan Keterangan Saksi Soal Transaksi Rekening
Sidang kasus dugaan korupsi PT ASABRI dengan terdakwa Direktur Utama PT Rimo International Lestari Tbk Teddy Tjokrosapoetro. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), Teddy Tjokrosapoetro, mempertanyakan keterangan saksi fakta karyawan BCA legal officer Gunito Wicaksono. Teddy menanyakan perihal transaksi di rekening miliknya.

Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) mengonfirmasi terkait pembukaan rekening milik Teddy di BCA. Gunito membenarkan hal tersebut.
"Berdasarkan data itu benar oleh Pak Teddy dibukanya," kata Gunito saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juni 2022.

Jaksa mendalami sejumlah data transaksi dalam rekening tersebut. Gunito tak menampik bahwa data transaksi tersebut bersumber dari rekening Teddy.

Teddy lantas mengonfirmasi keterangan Gunito. Dia menanyakan perihal aktif atau diblokirnya rekening bank tersebut.

"Untuk detail belum cek. Saya hanya pegang data buka rekening, data diblokir tidak tahu," ujar Gunito.

Baca: Hukuman Diperberat, Terdakwa Kasus ASABRI Jimmy Sutopo: Tidak Adil

Menurut Teddy, rekening tersebut sudah dia blokir sekitar sejak September-Oktober 2020. Dia kembali mencecar Gunito perihal transaksi dari rekening itu.

"Ada transaksi mencurigakan? Ada aliran dana dari ASABRI, sekuritas, manajer investasi atau Benny Tjokro?" tanya Teddy.

"Saya enggak tahu karena hanya keseluruhan uang masuk dan keluar. Enggak lihat secara rinci," jawab Gunito

Pada perkara ini, Teddy didakwa memperkaya diri sebesar lebih dari Rp6 triliun. Perbuatan itu berasal dari pengelolaan investasi dalam bentuk pembelian saham dan reksadana menggunakan dana investasi PT ASABRI pada 2012-2019.

"Telah memperkaya terdakwa dan orang lain yang diantaranya memperkaya Benny Tjokrosaputro, Jimmy Sutopo, dan terdakwa Teddy Tjokrosaputro sebesar Rp6.087.917.120.561 dari dana investasi ASABRI," kata jaksa penuntut umum Zulkipli saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Maret 2022.

Benny dan Jimmy juga terjerat kasus tersebut. Benny masih menjalani persidangan, sedangkan Jimmy telah divonis 15 tahun penjara di tingkat banding.

Dugaan rasuah di ASABRI terkait dengan pengelolaan keuangan dan dana investasi yang berlangsung pada 2012 hingga 2019. Berdasarkan hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) korupsi itu merugikan keuangan negara total Rp22,7 triliun.

Teddy juga didakwa dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia telah menyamarkan hasil kekayaan yang dia peroleh dari pengelolaan pengelolaan keuangan dan dana investasi.

Dia menyamarkan kekayaan dari kejahatan tindak pidana korupsi itu dengan mentransfer atau mengalihkan melalui penyetoran modal untuk kepentingan mengakuisisi beberapa perusahaan. Lalu, melakukan pembelian tanah, bangunan, mobil, dan menggunakan dana untuk biaya operasional perusahaan.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id