Bentrok TNI-Polri di Papua Dianggap Masalah Kecil

    Siti Yona Hukmana - 29 November 2021 16:49 WIB
    Bentrok TNI-Polri di Papua Dianggap Masalah Kecil
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Personel TNI-Polri bentrok di Tembagapura, Kabupaten Timika, Papua, pada Sabtu, 27 November 2021. Mabes Polri menganggap perselisihan itu bukan perkara besar. 

    "Di Tembagapura itu hanya permasalahan kecil saja," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 29 November 2021. 

     



    Menurut dia, setiap masalah harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan secepat-cepatnya. Rusdi menyebut perselisihan anggota TNI-Polri di Tembagapura telah diselesaikan pimpinan kedua pihak. 

    "Sekarang pelaksanaan tugas masing-masing kesatuan sudah berjalan dengan baik," ujar Rusdi. 

    Baca: 4 Fakta Bentrok TNI-Polri Gara-gara Rokok di Mimika

    Rusdi menjelaskan bentrokan itu tak boleh menggerus soliditas dan sinergi TNI-Polri. Dia menyebut kedua hal ini kunci untuk menghadapi ancaman dan tantangan bangsa. 

    "Sehingga betul-betul sekali lagi, sinergitas dan soliditas TNI-Polri tidak boleh terganggu. Ini harus dipertahankan dan terus diperkuat," ungkap jenderal bintang satu itu. 

    Perselisihan itu diduga dipicu perkara tidak terima dengan harga rokok yang dijual personel Polri dari Satuan Tugas (Satgas) Amole. Rusdi memastikan penjualan rokok dari anggota Polri itu tak melanggar aturan. 

    "Ini hanya masalah komunikasi saja, yaitu masalah kecil yang telah selesai," ucap Rusdi.

    Perselisihan terjadi tepatnya di Ridge Camp Pos RCTU Mile 72 di depan Mess Hall, Timika, pada Sabtu, 27 November 2021. Bentrok berawal dari enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72 sedang berjualan rokok. 

    Kemudian, 20 orang personel Nanggala Komando Pasukan Khusus (Kopassus) membeli rokok. Mereka tidak terima dengan harga rokok yang dijual personel Satgas Amole Kompi 3 tersebut.  

    Pengeroyokan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap enam personel Amole Kompi 3 kemudian pecah. Sebanyak enam anggota Polri mengalami luka-luka.

    Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan jajaran untuk mengusut permasalahan tersebut. Ia tengah mendalami dugaan pelanggaran pidana atas bentrokan antara anggota TNI dan Polri itu. 

    "Pusat Polisi Militer TNI bersama sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika saat dikonfirmasi.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id