Moeldoko Beri Waktu ICW 1x24 Jam Buktikan Tudingan

    Anggi Tondi Martaon - 29 Juli 2021 16:34 WIB
    Moeldoko Beri Waktu ICW 1x24 Jam Buktikan Tudingan
    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko/Medcom.id/Theo



    Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko meminta Indonesian Corruption Watch (ICW) membuktikan tudingan terkait keterlibatannya di bisnis Ivermectin dan impor beras. ICW diberikan waktu sehari.

    "Saya meminta memberikan kesempatan kepada ICW dan kepada Egi (Peneliti ICW Egi Primayogha) 1X24 jam untuk membuktikan tuduhannya bahwa klien kami terlibat dalam peredaran Ivermectin dan terlibat dalam bisnis impor beras," kata tim kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, melalui konferensi pers virtual, Kamis, 29 Juli 2021.

     



    Jika tak bisa membuktikan, ICW didesak mencabut pernyataan yang mengaitkan Moeldoko dalam bisnis Ivermectin dan impor beras. ICW juga diminta menyampaikan permintaan maaf kepada eks Panglima TNI tersebut.

    "Meminta maaf kepada klien kami secara terbuka melalui media cetak dan media elektronik kepada klien kami satu dan lain hal, untuk menghindari dan membersihkan nama baik lain karena yang sudah terlanjur tercemar," ungkap Otto.

    Baca: Kuasa Hukum Bantah Tudingan Moeldoko Terlibat Bisnis Ivermectin

    Apabila tuntutan itu tak diindahkan, maka permasalahan ini bakal dibawa ke ranah hukum. ICW akan dituntut menggunakan Pasal 27 dan 45 Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016 tentang Informasi elektornik (ITE). Pasal tersebut berikatan dengan pencemaran nama baik dan fitnah.

    "Kenapa UU ITE karena (pernyataan) disampaikan melalui website mereka dan juga disampaikan secara virtual melalui diskusi Youtube. Makanya tentunya ini masuk ranah UU ITE," sebut dia.

    Selain itu, Otto menyampaikan alasan kliennya tak langsung membawa polemik keterlibatan Moeldoko dalam bisnis Ivermectin dan impor ke ranah hukum. Sebab, Moeldoko ingin permasalahan ini diselesaikan dengan baik, yakni memberikan kesempatan kepada ICW membuktikan semua tudingan tersebut.

    "Jalur hukum itu adalah upaya yang terakhir," ujar dia menyampaikan pesan Moeldoko menyikapi tudingan tersebut.

    ICW menyebut Moeldoko terlibat dalam bisnis Ivermectin dan impor beras. Hal itu tak lepas dari posisi anaknya, Joanina Rachma, sebagai pemegang saham mayoritas di PT Noorpay.

    Tudingan keterlibatan Moeldoko impor beras karena PT Noorpay disebut bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Seperti diketahui, Moeldoko merupakan Ketua Umum (Ketum) HKTI.

    Sedangkan tudingan Moeldoko terlibat bisnis Ivermectin karena salah satu pemegang saham PT Noorpay yaitu Sofia Koswara. Sofia merupakan Wakil Presiden PT Harsen Laboratories, perusahaan yang memproduksi Ivermectin.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id