Pengacara Belum Diizinkan Bertemu Munarman, Polisi Singgung Kewenangan Penyidik

    Kautsar Widya Prabowo - 04 Mei 2021 01:04 WIB
    Pengacara Belum Diizinkan Bertemu Munarman, Polisi Singgung Kewenangan Penyidik
    Tangkapan layar vidro penangkapan pengacara Muhammad Rizieq Shihab, Munarman, di Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 27 April 2021. Foto: Istimewa



    Jakarta: Tim kuasa hukum tersangka terorisme Munarman mengaku kesulitan menjenguk kliennya. Polisi menegaskan masalah ini menjadi kewenangan penuh dari penyidik. 

    "Ketika masih belum harus didatangi oleh penasihat hukum itu menjadi bagian daripada penyidik untuk kepentingan penyidikan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polsi, Jakarta, Senin, 3 Mei 2021.






    Selain itu, penyidik belum menerbitkan surat penahanan terhadap Munarman. Pengacara terdakwa kasus protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab itu masih berstatus tersangka yang ditangkap.

    Baca: 417 Orang Masuk Daftar Teroris

    "Tahapannya masih penangkapan. Tentunya ke depan itu nanti akan didampingi oleh kuasa hukum," terang dia.

    Polisi, kata Rusdi, tengah mendalami keterlibatan Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme di tiga lokasi. Korps Bhayangkara terus menggali keterangan terkait kasus ini.

    "Dari awal kasus pembaiatan yang ada di Jakarta, Makassar, dan Medan," kata Rusdi.

    Kuasa hukum Munarman, Ann Noor Qumar, mengaku dua kali ditolak polisi untuk bertemu kliennya. Dia ditolak saat Munarman digelandang ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 27 April 2021, serta keesokan harinya saat mengantarkan pakaian serta makanan.

    Qumar mengaku akan mengadu ke anggota DPR dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas masalah ini. Polisi dianggap menyalahi ketentuan KUHAP dan HAM.

    Munarman ditangkap di kediamannya Perumahan Modern Hills, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa, 27 April 2021. Munarman terjerat buntut dugaan terlibat baiat teroris di beberapa lokasi.

    Dia terlibat baiat di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Makassar, dan Medan. Polisi menyebut baiat di Makassar terafiliasi dengan jaringan Negara Islam Irak and Suriah (ISIS).

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id