Panitia Acara Rizieq Dicecar 37 Pertanyaan, Salah Satunya Soal Perizinan

    Siti Yona Hukmana - 19 November 2020 07:43 WIB
    Panitia Acara Rizieq Dicecar 37 Pertanyaan, Salah Satunya Soal Perizinan
    Kuasa hukum panitia acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah anak Rizieq Shihab menunjukkan surat panggilan dari Polda Metro Jaya. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Haris Ubaidillah, Ketua panitia acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab selesai diperiksa polisi. Haris diperiksa selama kurang lebih 14 jam.

    "Tadi ada 37 pertanyaan," kata Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI, Aziz Yanuar, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 19 November 2020.

    Aziz mengatakan kliennya diklarifikasi banyak hal. Salah satunya terkait peran Haris dalam kegiatan tersebut.

    "Terus kenal HRS (Rizieq Shihab) atau tidak, terus siapa panitia dan susunannya, izinnya siapa yang urus, bagaimana perizinannya, terus protokol kesehatannya bagaimana dijalannkannya, terus apakah ini bisa menimbulkan covid-19 atau tidak, seputar itu," kata Aziz.

    Pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri Rizieq, FPI menutup jalan. Agar para tamu yang datang bisa menyebar ke jalan untuk mencegah kerumunan.

    Izin penutupan jalan itu disebut Aziz sudah diajukan ke Dinas Perhubungan. Namun, kata Aziz, perkara yang ditangani polisi bukan soal perizinan penutupan jalan, melainkan kegiatan akad nikah anak Rizieq yang disatukan dengan Maulid Nabi dan menimbulkan kedatangan massa.

    "Lagian kan ini ranahnya kalau tidak ada izin itu pelanggaran bukan pidana. Tapi masalahnya Kan sekarang HRS dan panitia atau siapa pun itu dikaitkan dengan (acara) kemarin itu kemudian sesuai aturan PSBB transisi dianggap ada pelanggaran, kita terima ada pelanggaran dikenai sanksi kita bayar artinya kan sudah selesai," ujar Aziz.

    Baca: Panitia Acara Rizieq: Bantuan Masker Inisiatif BNPB

    Pesta pernikahan anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 diduga melanggar protokol kesehatan. Acara itu ramai didatangi pengikut Rizieq.

    Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19. Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu.

    Polisi tengah menyelidiki peristiwa ini. Polisi mencari ada atau tidaknya pidana dari kegiatan yang melanggar protokol kesehatan tersebut. Pelaku bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id