Saksi Kasus Korupsi di Indramayu Dapat Intimidasi

    Candra Yuri Nuralam - 24 Januari 2021 07:19 WIB
    Saksi Kasus Korupsi di Indramayu Dapat Intimidasi
    Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri



    Jakarta: Beberapa saksi yang dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu sepanjang 2019 mendapat intimidasi. Keselamatan mereka diancam agar bungkam di depan penyidik.

    "Sebagaimana informasi yang kami terima, Terdapat beberapa saksi yang diduga dengan sengaja diintimidasi oleh pihak-pihak tertentu sebelum memberikan keterangan di hadapan penyidik KPK," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 Januari 2021.






    Ali tidak merinci siapa yang melakukan intimidasi itu. Dia juga tidak memerinci saksi yang diintimidasi.

    Namun, KPK menegaskan akan menindak siapapun yang berani mengintimidasi saksi kasus korupsi. Lembaga Antikorupsi itu sudah beberapa kali memperkarakan orang yang merintangi penyidikan.

    "Kami tak segan terapkan ketentuan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi," tegas Ali.

    Baca: KPK Selisik Aliran Dana Korupsi di Indramayu

    Anggota DPRD Jawa Barat periode 2014-2019 dan 2019-2024 Abdul Rozaq Muslim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Penetapan tersangka itu merupakan hasil pengembangan perkara yang dilakukan penyidik KPK. Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang yang terjaring tangkap tangan KPK pada 15 Oktober 2019.

    Keempatnya, yakni Bupati Indramayu periode 2014-2019 Supendi, eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono, serta Carsa AS. Mereka telah divonis majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) dan telah berkekuatan hukum tetap.

    Abdul diduga menerima uang sejumlah Rp8,5 miliar secara bertahap dari pihak swasta Carsa. Fulus itu sebagai perjanjian fee hasil usaha Abdul memenangkan Carsa, agar menggarap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id