Dua Tersangka Kasus Jiwasraya Dititip ke KPK

    M Sholahadhin Azhar - 14 Januari 2020 20:55 WIB
    Dua Tersangka Kasus Jiwasraya Dititip ke KPK
    Ilustrasi KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima titipan dua tersangka kasus korupsi PT Jiwasraya. Mantan Direktur Utama PT Jiwasraya, Hendrisman Rahim (HR) dan Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro (BT) bakal mendekam di rumah tahanan (Rutan) yang biasa dipakai KPK selama proses hukum berjalan.

    "KPK hari ini juga menerima titipan tahanan dari Kejaksaan Agung terkait dengan perkara Jiwasraya atas nama tersangka BT dan HR," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Kantor KPK, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

    Menurut Ali, kedua tahanan akan ditahan secara terpisah. Benny bakal dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) K4 cabang KPK di belakang gedung merah putih KPK. Sementara Hendrisman akan ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

    Ali menyebut, penitipan tahanan ini merupakan bagian dari koordinasi dan supervisi antara KPK dan Kejaksaan Agung.

    "Ini bagian dari koordinasi dan sinergi antara aparat penegak hukum dalam hal ini adalah KPK dengan Kejaksaan Agung untuk mendukung pelaksanaan dari tugas masing-masing," jelasnya.

    Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Meraka ialah mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.

    Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan eks Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk, Hendrisman Rahim. Hendrisman ditahan usai diperiksa terkait kasus gagal bayar Jiwasraya.

    Hendrisman keluar dari Gedung Bundar Kejagung sekitar pukul 18.30 WIB. Hendrisman yang mengenakan rompi merah muda dengan tangan diborgol menolak berkomentar terkait penahanannya.

    Penyidik juga sudah menahan Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokro; Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan mantan Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Hary Prasetyo terkait kasus yang sama.

    Kasus Jiwasraya bermula dari laporan pengaduan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai dengan 2018.

    Jiwasraya melalui unit kerja pusat bancassurance dan aliansistrategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.



     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id