Publik Figur, Pertimbangan Hakim Vonis Ratna 2 Tahun

    Arga sumantri - 12 Juli 2019 00:15 WIB
    Publik Figur, Pertimbangan Hakim Vonis Ratna 2 Tahun
    Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 11 Juli 2019. Foto: MI/ Barry Fatahillah
    Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis Ratna Sarumpaet dua tahun penjara terkait kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks penganiayaan dirinya. Salah satu pertimbangan yang memberatkan adalah lantaran status Ratna sebagai tokoh publik.

    "Sebagai seorang publik figur seharusnya tidak memberikan contoh yang tidak baik dalam berbuat dan bertindak. Terdakwa berusaha menutupi-nutupi kejadian yang sebenarnya," kata Hakim Krisnugroho saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019. 
    Majelis hakim juga menilai bukti-bukti yang ada di persidangan mampu menguatkan dakwaan. Perbuatan Ratna yang menyebarkan kabar bohong penganiayaan dianggap berpotensi menimbulkan keonaran. 

    Baca Juga: Ratna Sarumpaet Tak Ikhlas Dihukum

    Dalam amar putusan, hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang dinilai meringankan hukuman terhadap Ratna. Salah satu pertimbangan yang meringankan yakni Ratna dianggap sudah berusia lanjut untuk menjalani hukuman. 

    "Terdakwa sebagai seorang ibu rumah tangga yang telah berusia cukup lanjut. Terdakwa telah melakukan permintaan maaf," ucap Krisnugroho. 

    Ratna divonis dua tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan. Majelis hakim menilai Ratna terbukti bersalah membuat berita bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keonaran. Ratna dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

    Vonis ini sejatinya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman enam tahun penjara. Atas vonis ini, kubu Ratna maupun JPU menyatakan pikir-pikir. 

    Kubu Ratna dan jaksa punya waktu tujuh hari untuk menentukan sikap banding atau tidak. Bila tidak ada usulan masuk, pengadilan menganggap kedua belah pihak menerima vonis yang dibacakan. 



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id