Akademisi UMM Ingin Buat KPK Bersinergi dengan Polisi dan Kejati

    Candra Yuri Nuralam - 13 September 2019 04:15 WIB
    Akademisi UMM Ingin Buat KPK Bersinergi dengan Polisi dan Kejati
    Capim KPK Luthfi Jayadi Kurniawan ingin membuat Lembaga Antirasuah bersinergi dengan penegak hukum lain. Antara/Nova Wahyudi.
    Jakarta: Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luthfi Jayadi Kurniawan ingin membuat Lembaga Antirasuah bersinergi dengan penegak hukum lain. Dia ingin penangkapan terkait korupsi bisa dilakukan oleh Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi.

    "Kita harus memfungsikan lembaga hukum yang sudah ada, KPK bisa bekerja sama dengan Polda dan Kejati, bisa juga membuka pengaduan dan penyampaian dan sebagainya," kata Luthfi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.

    Luthfi ingin penegak hukum di daerah juga bisa melakukan penindakan terkait dengan korupsi. Dia tidak ingin kasus korupsi hanya ditindaklanjuti oleh KPK pusat saja.

    Dia mencontohkan, kasus korupsi berjamaah di DPRD malang beberapa waktu lalu. Saat itu, semua anggota yang tertangkap dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan.

    "Dalam proses itu berjalan, kenapa semua harus di bawa di Jakarta? Kenapa enggak memfungsikan fasilitas daerah," ujar Luthfi.

    Luthfi menilai dengan memfokuskan penindakan korupsi kepada pusat hanya memakan waktu. Selain itu, hal tersebut juga memakan biaya banyak lantaran harus membawa para tersangka ke Jakarta.

    Selain itu, Luthfi juga ingin memperbaiki moral dari para pejabat negara melalui pendidikan antikorupsi. Menurutnya, dengan pendidikan semacam itu bisa menghilangkan potensi korupsi.

    "Maka harus ada dua sistem yang bisa batasi orang menyalahgunakan berupa aturan dan budaya. Kedua hal itu sangat prinsipal," ucapnya.

    Menurutnya, korupsi tidak akan bisa hilang jika perilaku tidak diubah lewat edukasi. Untuk itu, dia menilai strategi ini sangat cocok untuk kurangi potensi korupsi.

    "Sebagus apa pun kalau moralitas tidak terjaga akan membahayakan diri sendiri dan lembaga itu sendiri," kata dia.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id