Eks Ketua KONI Tak Mengetahui Rasuah Anak Buahnya

    Fachri Audhia Hafiez - 27 Februari 2020 17:10 WIB
    Eks Ketua KONI Tak Mengetahui Rasuah Anak Buahnya
    Eks Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
    Jakarta: Eks Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Tono Suratman, mengaku tak mengetahui kasus dugaan korupsi yang menjerat dua anak buahnya, yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara Umum KONI Johnny E. Awuy. Keduanya terjerat kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada KONI Pusat.

    "Selama 40 tahun saya tidak dibiasakan pimpinan saya melakukan hal seperti itu. Jadi apa yang dilakukan Pak Hamidy dan Pak Johnny tanpa sepengetahuan saya," kata Tono saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2020.

    Tono mengaku awalnya tak merestui Hamidy mengajukan proposal dana hibah untuk KONI kepada Kemenpora. Namun, Hamidy tetap mengusulkan proposal tersebut.

    Proposal diajukan pada Agustus 2018. Permohonan terkait dana dukungan KONI Pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018 itu senilai Rp17,9 miliar.

    "Kalau bulan Agustus tidak keluar dananya ini tidak usah diusulkan. Lebih bagus kita tidak digaji, tidak usah makan, lebih bagus kita hidup seperti ini," ujar Tono.

    Baca: Taufik Hidayat Kasih Rp2 Miliar ke Asisten Imam Nahrawi

    Tono juga mengaku tak mengetahui langsung operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hamidy dan Johnny pada 18 Desember 2018. Hingga kasus rasuah itu menyeret nama besar Imam Nahrawi.

    "Saya (lagi ke) luar negeri, di Thailand bersama keluarga. Saya mendengar saudara Hamidy dan Johnny tertangkap tangan oleh KPK yaitu dengan dana yang diajukan Rp17 miliar," ujar Tono.

    Dalam pusaran kasus ini, Johnny dan Hamidy sudah divonis bersalah. Jhonny dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan penjara, sedangkan Hamidy dihukum dua tahun delapan bulan penjara.

    Eks Ketua KONI Tak Mengetahui Rasuah Anak BuahnyaTerdakwa kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada KONI Pusat, Imam Nahrawi, saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez 

    Imam Nahrawi didakwa menerima suap Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,64 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI. Suap diberikan agar proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora pada 2018 cepat diproses.

    Imam didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Sedangkan dalam perkara gratifikasi, Imam didakwa melanggar Pasal 12B ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id