Polri Mengakui Terbitkan Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra

    Siti Yona Hukmana - 16 Juli 2020 19:41 WIB
    Polri Mengakui Terbitkan Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra
    Buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra. MI/Soleh
    Jakarta: Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan pihaknya mengeluarkan surat keterangan pemeriksaan virus korona (covid-19) buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra. Surat diterbitkan oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri.

    "Memang benar (mengeluarkan surat bebas covid-19) setelah dokter itu dilakukan pemeriksaan sementara oleh profesi dan pengamanan (Propam) ya," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Juli 2020.

    Argo tak menyebut nama dokter yang dimaksud. Dia mengungkapkan dokter yang mengeluarkan surat bebas covid-19 Djoko itu sempat dipanggil oleh Brigjen Prasetyo Utomo.

    "Disampaikan bahwa di ruangannya sudah ada dua orang yang tidak dikenal sama dokter ini dan kemudian melaksanakan rapid (rapid test covid-19)," beber Argo.

    Argo menyebut kedua orang yang tak dikenal itu lalu pergi setelah mendapatkan surat bebas covid-19. Dia menyebut keterlibatan sang dokter masih diusut.

    "Sebatas itu. Jadi dokter tidak mengetahui, tapi disuruh membuat namanya ini, untuk membuat namanya Djoko Tjandra," ungkap Argo.

    (Baca: Anggota Polri Diperiksa Terkait Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra)

    Argo menyebut dokter itu masih sebagai saksi. Polisi mengedepankan asas praduga tak bersalah.

    "Jadi tidak bisa misalnya cuma asumsi atau prasangka, enggak bisa. Tapi kita fakta hukum, ada petunjuk, ada keterangan saksi, ada barang bukti itu yang diutamakan," tutur mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

    Argo memastikan Brigjen Prasetyo akan dimintai keterangan terkait fakta baru itu. Argo memastikan sang dokter bakal dikenakan sanksi bila terbukti ikut membantu Djoko.  

    Dokumen surat keterangan pemeriksaan virus korona Djoko diunggah akun Twitter @xdigeeembok. Tertulis surat dikeluarkan pada Jumat, 19 Juni 2020.
     
    Djoko disebut menjalani rapid test (tes cepat). Tes dilakukan di Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri.
     
    Dalam surat, Djoko tercantum berprofesi sebagai konsultan Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kesatuan Bareskrim Polri. Djoko tertulis berumur 55 tahun dan berdomisili di Jalan Trunojoyo Nomor 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Ejaan nama buronan itu tertulis dengan nama "Joko Soegiarto". Hasil pemeriksaan wawancara covid-19 tercatat negatif. Dia disebut tidak memiliki kontak dengan pasien positif covid-19 dan tidak ada keluhan sakit yang merujuk ke paparan virus korona.
     
    Hasil pemeriksaan fisik juga tertulis negatif. Pemeriksaan menyebut Djoko tidak memiliki gejala batuk pilek, demam tinggi, dan sesak napas. Rapid test menunjukkan hasil nonreaktif.

    Surat itu diteken dokter Hambektanuhita dengan stempel staf Pusdokkes. Dengan surat itu, Djoko diizinkan melakukan perjalanan dinas.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id