Napi Rancang Penipuan Sewa Apartemen dari Dalam Lapas

    Siti Yona Hukmana - 11 Februari 2020 20:02 WIB
    Napi Rancang Penipuan Sewa Apartemen dari Dalam Lapas
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang, Banten, F, ditangkap Subdirektorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Dia diduga menjadi otak penipuan penyewaan unit apartemen melalui aplikasi OLX. 

    "Napi ini selaku pelaku utamanya. Dia yang membuat iklan penyewaan apartemen di aplikasi OLX," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. 

    Menurut dia, dalam aksinya, F dibantu pelaku E, B, E, dan D sebagai eksekutor. Saat ini, polisi baru membekuk F, E, dan B. E dan D masih diburu hingga masuk daftar pencarian orang (DPO).

    "Para eksekutor ini digaji Rp200 ribu per hari," ujar Yusri.

    Pembantu Unit 2 Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Adam M Pradana menyebut pelaku beraksi di sejumlah apartemen. Lokasi ini meliputi Apartemen Mediterania, Apartemen Green Pramuka, Apartemen Bassura City, dan Apartemen Kebagusan City. 

    Komplotan ini beraksi dengan menyewa kamar di masing-masing apartemen selama satu minggu. F kemudian menyewakan kembali unit kepada korban melalui aplikasi OLX.

    E, B, E, dan D kemudian bertemu calon penyewa apartemen. Setelah cocok, uang sewa apartemen dari korban ditransfer ke rekening F. Dalam perjalannya, korban justru diusir pemilik unit kamar tersebut. 

    "Karena saat korban masuk, waktu sewa sudah habis," ungkap Adam. 

    Napi Rancang Penipuan Sewa Apartemen dari Dalam Lapas
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    Adam mengatakan pelaku ini beraksi sejak Desember 2019. Ada 15 orang yang telah menjadi korban. Rata-rata korban menyewa untuk satu tahun dengan biaya Rp39 juta.

    Polisi terus mendalami kasus ini. Adam meyakini ada korban lainnya yang belum teridentifikasi. Sementara itu, para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id