comscore

Jaksa Agung Perintahkan Jajaran Steril dalam Penanganan Kasus Minyak Goreng

Siti Yona Hukmana - 25 April 2022 18:21 WIB
Jaksa Agung Perintahkan Jajaran Steril dalam Penanganan Kasus Minyak Goreng
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. MI/Susanto
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mewanti-wanti jajarannya tidak bermain dalam penanganan kasus korupsi minyak goreng. Dia memerintahkan anggota untuk steril.

"Agar jajaran Bidang Tindak Pidana Khusus untuk tetap fokus dengan penyelesaian perkara secara profesional, berintegritas dan steril terhadap kepentingan apa pun," kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Senin, 25 April 2022.
Pimpinan Korps Adhyaksa itu juga memerintahkan jajarannya untuk bersikap netral dan tidak terkooptasi dengan kepentingan politik. Kemudian, tidak terpengaruh dengan isu-isu politik di luar.

"Jaksa Agung RI akan memantau dan mengendalikan secara ketat setiap penanganan perkara yang terkait dengan hajat hidup orang banyak/kepentingan masyarakat," kata dia.

Terakhir, dia memastikan kejaksaan secara kelembagaan tetap netral. Tak ada kepentingan politik dan kekuasaan dalam penegakan hukum.

"Kejaksaan RI selalu mengedepankan profesionalitas, integritas, transparan, dan akuntabel dalam setiap penanganan perkara," tegas dia.

Baca: Kerugian Negara Akibat Mafia Minyak Goreng Ditaksir Mencapai Rp5,9 Triliun

Hal ini disampaikan Burhanuddin sehubungan dengan pemberitaan di media massa dan elektronik terkait polemik penanganan perkara minyak goreng yang mengaitkan dengan kepentingan politik dan kekuasaan tertentu. Menyusul itu, dia mengeluarkan perintah ke seluruh jajaran baik di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dan Cabang Kejaksaan Negeri.

Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan korupsi terkait minyak goreng, salah satunya anak buah Menteri Perdagangan M Lutfi, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.
 
Ketiga tersangka lainnya adalah Master Parulian Tumanggor dari PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA dari PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, dan Picare Tagore Sitanggang dari PT Musim Mas.

Keempat tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, b, e, dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan di Dalam Negeri.

Kemudian, ketentuan Bab 2 huruf a angka 1 huruf b jo bab 2 huruf c angka 4 huruf c Peraturan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02 DAGLU per 1 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kebijakan dan Pengaturan Ekspor CPO.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id