comscore

Polisi: Korban Investasi Alkes Bodong Bisa Jadi Tersangka

Siti Yona Hukmana - 20 Januari 2022 12:45 WIB
Polisi: Korban Investasi Alkes Bodong Bisa Jadi Tersangka
Ilustrasi. Medcom.id

Ma'mun mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah pihak. Namun, ada pihak yang diduga terlibat belum bisa diperiksa lantaran berada di luar negeri.

"Kita cek ternyata masih di luar negeri ya, sudah kita ajukan (pemeriksaan) untuk nanti. Mungkin kalau memang ada alat bukti lain, cukup buktinya untuk kita jadikan tersangka, kita jadikan tersangka," kata Ma'mun.

Kronologi Kasus Investasi Alkes Bodong

Kasus ini terjadi pada 2000-2021. Korban diiming-iming keuntungan hingga 30 persen dalam kurun waktu 1-4 minggu. Para pelaku meyakini korban dengan surat perintah kerja (SPK) palsu dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Para investor masih mendapat keuntungan per Jumat, 3 Desember 2021. Sedangkan, para korban tak lagi menerima keuntungan sesuai perjanjian awal per Minggu, 5 Desember 2021.

Para pelaku diduga membawa kabur uang ribuan korban yang disebut-sebut mencapai Rp1,3 triliun. Namun, polisi baru menerima keterangan 283 korban dengan total kerugian Rp503 miliar.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara; Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara; Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Kemudian, Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara; dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(AZF)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id