comscore

Jampidmil Lacak Aset Tersangka Korupsi Tabungan Perumahan Prajurit TNI AD

Tri Subarkah - 25 Mei 2022 17:45 WIB
Jampidmil Lacak Aset Tersangka Korupsi Tabungan Perumahan Prajurit TNI AD
Jampidmil melacak aset dua tersangka kasus dugaan korupsi terkait Tabungan Wajib Prajurit TNI AD. Foto: dok.MI
Jakarta: Penyidik koneksitas pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) melakukan pelacakan aset dua tersangka kasus dugaan korupsi terkait Tabungan Wajib Prajurit TNI Angkatan Darat (TWP-AD) sejak Selasa, 24 Mei 2022. Aset yang ditinjau berupa dua unit vila hotel (vilatel) di Boyolali, Jawa Tengah.

Kedua tersangka perkara itu adalah Kolonel Czi (Purn) CW AHT selaku mantan Kepala Badan Pengelola TWP-AD dan penyedia lahan perumahan dari unsur swasta berinisial KGS MMS.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan vilatel tersebut berada di Al Azhar Azhima hotel Resort and Convention, Jalan Embarkasih H Nomor 24, Kabupaten Boyolali.

Baca: Kejagung Apresiasi Rencana Pembentukan Tim Pemberantas Mafia Tanah

Pada Selasa, 23 Mei 2022, penyidik telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Boyolali untuk mengkoordinasikan aset itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali. Kegiatan ini diperlukan untuk mengetahui harga zonasi dan surat keterangan tidak dalam peletakan hak tanggungan/roya guna kepentingan nilai jual objek pajak (NJOP) dan harga pasaran vilatel tersebut.

Menurut Ketut, dua vilatel yang ditinjau berada pada blok Pecinan No 16 yang terdiri dari kamar 130 dan 131 serta pada blok Kolonial No 19 yang terdiri dari kamar 236 dan 237. Setelah melakukan pelacakan aset tersebut, jaksa memutuskan untuk menyitanya.

"Pada hari ini sekira pukul 09:30 WIB, tim mengajukan persetujuan mengenai persetujuan penyitaan terhadap barang bukti tersebut kepada Pengadilan Negeri Semarang," kata Ketut melalui keterangan tertulis, Rabu, 25 Mei 2022.

Dalam perkara TWP-AD, tersangka CW berperan menunjuk KGS MMS selaku penyedia lahan di wilayah Nagreg, Jawa Barat, dan Gandus, Sumatera Selatan. Ia juga menandatangani perjanjian kerja sama untuk pengadaan lahan di dua lokasi tersebut.

"Tersangka Kolonel Czi (Purn) CW AHT diduga telah menerima aliran uang dari tersangka KGS MMS," ungkap Ketut.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id