Belum Ada Bukti WNI Jadi Bomber di Filipina

    Ilham Pratama Putra - 19 Februari 2019 14:52 WIB
    Belum Ada Bukti WNI Jadi Bomber di Filipina
    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
    Jakarta: Dugaan keterlibatan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam serangan bom Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Filipina belum dapat dikonfirmasi. Pasalnya cek DNA sulit dilakukan pada tubuh dengan kondisi hancur.

    "Belum terkonfirmasi dari hasil DNA. Kalau sidik jari tidak ditemukan karena tubuhnya hancur," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 19 Februari 2019.

    Dia mengatakan tes DNA menjadi salah satu pembuktian identitas bomber. Namun bom tersebut telah menjadikan lokasi kejadian sangat hancur.

    "Bukti sampel paling memungkinkan untuk mengetahui pelaku bomber adalah bukti DNA. Sementara maaf bomnya high explosive. Jadi, di sana tinggal serpihan. Kami harus betul-betul menemukan DNA," kata Dedi.

    Baca: Kemenlu Telusuri Dugaan WNI Terlibat Bom di Filipina

    Dengan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang telah hancur, penyelamatan DNA sangat bergantung pada kemampuan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Filipina. Langkah selanjutnya Polri akan mendukung Filipina untuk mengungkap kasus bomber itu.

    "Filipina saya support, terkait kasus bomber itu. DNA Itu sangat tergantung dari kemampuan DVI-nya Filipina. Kita akan membantu," pungkasnya.

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, menyebut salah satu orang yang meledakkan bom merupakan WNI. Hal itu berdasarkan lima orang saksi yang berada di lokasi.

    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id