Partai Diminta Tak Intervensi Penunjukan Kabareskrim

    Medcom - 12 November 2019 20:48 WIB
    Partai Diminta Tak Intervensi Penunjukan Kabareskrim
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Partai politik diminta tak mengintervensi penunjukan kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Anggota Komisi III dari Fraksi NasDem, Taufik Basari, menekankan proses pemilihan kabareskrim merupakan ranah kapolri dan tidak boleh diintervensi. 

    "Kami (NasDem) tak ingin mengganggu proses pemilihan kabareskrim. Kami tak ingin mengintervensi Kapolri (Jenderal Idham Azis). Partai lain seharusnya juga tak mengintervensi siapa sosok yang akan dipilih menjadi kabareskrim," kata Taufik, Selasa, 12 November 2019.

    Ia yakin kapolri akan mempertimbangkan secara masak siapa yang akan membantunya. "Adapun dukungan politik diberikan dalam rangka memberikan kekuasaan penuh menentukan orang-orang yang akan membantu di institusinya,” kata dia.

    Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, mengingatkan pemilihan kabareskrim harus mengarah kepada sosok yang membuat soliditas Polri terjaga dan tak memunculkan matahari kembar.

    "Mataharinya harus satu. Karena kabareskrim itu jantungnya kepolisian, maka harus diisi oleh kepala yang punya loyalitas tunggal kepada kapolri. Jadi, jangan sampai ada matahari kembar,” kata Arteria.

    Sosok kabareskrim, kata dia, harus mampu mengaplikasikan prinsip promoter Polri yang mengedepankan keadilan restoratif tanpa mengesampingkan investigasi ilmiah.

    Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti meminta kabareskrim yang ditunjuk harus mumpuni dan berlatar belakang reserse. "Yang paling penting adalah pemilihan kabareskrim berdasarkan sistem merit," kata Poengky.
     
    Sistem merit termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Aturan itu memerintahkan manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan faktor politik, ras, agama, asal-usul, jenis kelamin, dan kondisi kecacatan.

    Kursi kabareskrim kosong setelah ditinggal Idham Azis yang diangkap menjadi kapolri. Informasi yang beredar, ada empat perwira tinggi (pati) yang santer masuk bursa calon kabareskrim.
     
    Kandidat itu meliputi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Irjen Listyo Sigit; Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono; Deputi Operasi Polri Irjen Martuani Sormin; dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto. Keempatnya termasuk pati yang berprestasi.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id