Kapolda Metro Ingin Anggotanya Perkuat Tangkal Kejahatan Siber

    Deny Irwanto - 04 Januari 2020 05:45 WIB
    Kapolda Metro Ingin Anggotanya Perkuat Tangkal Kejahatan Siber
    Ilustrasi kejahatan siber. Foto: Medcom.id/Rizal.
    Jakarta: Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono meminta jajaran Ditreskrimsus menjadi garda terdepan menanggulangi kejahatan siber yang semakin marak. Gatot ingin Subdit IV Tindak Pidana Siber Ditreskrimsus lebih sigap mengungkap dan mencegah perkembangan kejahatan siber.

    "Subdit Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus memiliki peran penting dalam menangkal kejahatan siber, seperti penyebaran informasi bohong, ujaran kebencian lewat medsos (hate speech), dan penipuan elektronik (carding, pishing, dan scaming) melalui e-commerce," kata Gatot usai peresmian gedung siber Polda Metro Jaya, Jumat, 3 Januari 2019.

    Gatot berharap fasilitas siber yang dilengkapi peralatan modern bisa mempermudah anggotanya menanggulangi kejahatan siber. Menurut Gatot kejahatan siber sangat berdampak pada masyarakat dan bisa merugikan banyak orang.

    Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan menyatakan, sebagai kota metropolitan, perkembangan teknologi dan informasi di Jakarta dan sekitarnya harus mendapat pengawalan.

    Menurut Iwan arus globalisasi membawa pengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan yang kompleks, namun revolusi industri 4.0 juga memiliki dampak sosial karena perkembangan teknologi hampir selalu diikuti oleh kejahatan baru melalui teknologi komputer dan internet.

    "Saat ini jumlah laporan polisi yang ditangani per tahun mencapai 2.800 kasus, selain itu kecanggihan modus operandi kejahatan siber juga semakin meningkat," jelas Iwan.

    Kasubdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro AKBP Roberto Pasaribu menambahkan, saat ini jajarannya memiliki 130 penyidik dan penyidik pembantu. Roberto menyatakan saat ini ada dua penyidiknya jebolan FBI National Academy, Quantico, US.

    "Dalam tahun 2019, sebanyak 30 penyidik Subdit Siber juga telah mendapat sertifikasi sebagai ahli dengan gelar antara lain sebagai ahli forensik dan ahli jaringan," ungkap Roberto.

    Roberto mengatakan prestasi yang diukir sejak 2010 sampai sekarang, Subdit Siber Polda Metro telah mewakili polri sebagai anggota tetap Satuan Tugas kejahatan online terhadap anak yang diorganisir Federal Bureau of Investigation (FBI) dengan nama Violent Crimes Against Children International Task Force (VCACITF).

    "Untuk menjadi anggota tetap, perwakilan harus lulus ujian kompetensi dan mengikuti pendidikan khusus di FBI MCCU, Marryland, US," pungkas Roberto.

    (HUS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id