Mustafa Guyur Anggota DPRD Lamteng Rp2 Miliar

    Fachri Audhia Hafiez - 21 November 2019 18:22 WIB
    Mustafa Guyur Anggota DPRD Lamteng Rp2 Miliar
    Sidang terdakwa eks anggota DPRD Lampung Tengah. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Bupati nonaktif Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa memberikan Rp2 miliar kepada angota DPRD Lamteng. Fulus diberikan agar legislator menyetujui rencana pinjaman daerah Kabupaten Lamteng dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018.

    "Saya diperintah Natalis (eks Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah Natalis Sinaga) nanti uang Rp2 miliar diambil," kata eks anggota DPRD Lamteng Bunyana menirukan Natalis saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019.

    Bunyana mengaku uang dibagikan pada ketua fraksi yang hadir dalam sebuah pertemuan. Dia memecah uang Rp2 miliar menjadi enam bagian dan dibungkus plastik hitam.

    "Saya masukkan ke plastik hitam buat setiap fraksi sesuai tulisan di situ. Saya ikat dengan karet," ujar Bunyana.

    Bunyana tak memerinci jumlah uang dan fraksi-fraksi yang menerima. Dia mengaku menerima Rp30 juta dari bagi-bagi jatah tersebut.

    Bunyana bersama tiga anggota nonaktif DPRD Lamteng, Achmad Junaidi Sunardi, Raden Zugiri, serta Zainuddin didakwa menerima suap bertahap dari Mustafa total Rp9,69 miliar. Uang pelicin tersebut diterima keempatnya melalui Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

    Pemberian uang dimaksudkan agar rencana pinjaman daerah Kabupaten Lamteng dari PT SMI disetujui legislator. Achmad Junaidi disebut menerima Rp1,2 miliar; Raden Zugiri Rp1,5 miliar; Zainuddin Rp1,5 miliar dan Bunyana Rp2 miliar.

    Keempatnya didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id