Kantor Ekspedisi di Jaktim Jadi Sarang Narkoba

    Siti Yona Hukmana - 14 Juli 2019 11:46 WIB
    Kantor Ekspedisi di Jaktim Jadi Sarang Narkoba
    Bandar narkoba. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Perusahaan ekspedisi wilayah Jakarta Timur (Jaktim) kedapatan menjadi sarang narkoba. Polres Metro Jakarta Pusat membekuk salah satu petugas berinisial C dari kantor tersebut.

    Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Afandi Eka Putra mengatakan kasus ini terungkap atas info dari masyarakat bila kantor itu sering jadi tempat penyalahgunaan narkoba. Polisi lalu menyelidiki laporan itu.

    "Tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) dan didapati tersangka C dengan gelagat mencurigakan," kata Afandi saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, 14 Juli 2019.

    Untuk membuktikan kecurigaan itu, polisi menggeledah kantor jasa pengiriman barang tersebut. Sejumlah barang bukti narkoba ditemukan, di antaranya satu kantong plastik berisikan 10 amplop cokelat dengan 11 pot kecil berisi serbuk cokelat yang diduga berjenis ganja.

    Barang haram dipecah dengan berat beragam. Amplop dengan kode 1 memiliki berat bruto 0,95 gram, kode 2 berat bruto 1,08 gram, kode 3 berat bruto 0,91 gram, kode 4 berat bruto 1,21 gram, kode 5 berat bruto 0,91 gram, kode 6 berat bruto 1,05 gram, kode 7 berat bruto 1,25 gram, kode 8 berat bruto 1,07 gram, kode 9 berat bruto 1,17 gram, kode 10 berat bruto 2,5 gram.

    C lalu dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk diinterogasi. "Tersangka C mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang DPO (daftar pencarian orang) inisial B untuk dikirim kepada pemesan narkotika ganja dalam bentuk serbuk," ujar Afandi.

    Baca: Kokain Senilai Rp3,2 Triliun Disita di Tengah Samudera Pasifik

    Tersangka C juga memberitahu B mendapatkan barang haram itu dari tersangka berinisial A. Polisi mendesak tersangka C untuk memberitahukan keberadaan tersangka A. "Akhirnya anggota dapat menangkap saudara A dan menyita barang bukti," aku dia.

    Polisi tak merinci tempat dan waktu penangkapan tersangka A. Sementara itu, tersangka B masih diburu. "Modus operandinya, tersangka C diperintahkan oleh tersangka B untuk mengantarkan pesanan ganja serbuk kepada pembeli melalui jasa pengiriman barang," pungkas Afandi.

    Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1), Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id