Polri Tangkap Dua Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

    Cindy - 18 Juni 2019 22:25 WIB
    Polri Tangkap Dua Pengedar Narkoba Jaringan Internasional
    Polisi memerkan barang bukti penangkapan pengedaran narkoba. Medcom.id/ Cindy
    Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengamankan 63 kg narkotika jenis sabu-sabu dan 20 ribu butir pil ekstasi. Pengedar narkotika tersebut berasal dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia. 

    "Ini adalah hasil pengembangan jaringan, pada 1 juni dari pengembangan 10 Mei, ada sindikat jaringan narkotika internasional yang nanti akan membawa narkotika yang disimpan di sebuah pulau," kata Direktur Ditipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juni 2019. 

    Pihaknya menangkap dua tersangka berinisial N, (37) dan I alias In (39). Tersangka N ditangkap di Terminal Akap Kota Madya Dumai, Riau, pada Jumat 10 Mei 2019 sekitar pukul 20.20 WIB. 

    "Barang bukti yang disita tas warna ungu berisi empat bungkus ekstasi sebanyak 20 ribu butir, tas merah mudah berisi delapan bungkus shabu dengan berat delapan kg serta plastik hijau berisi shabu dengan berat satu kg," ujar dia. 

    Sementara tersangka I ditangkap di Pulau Alang Bakau, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, pada Sabtu 1 Juni 2019 sekitar pukul 05.00 WIB. I mengaku sebagai pengendali gudang penyimpanan shabu di pulau tersebut. 

    "Informasi dari masyarakat, di Pulau Alang Bakau ada penyelundupan narkotika jenis shabu. Tugas si In ini penyimpan dan pemegang barang (narkoba) di pulau," ucap Eko. 

    Di Pulau Alang Bakau, polisi menemukan dua tas hitam besar berisi 54 bungkus kemasan teh dengan masing-masing berisi satu kilogram sabu. Kedua tas itu dikubur dalam tanah di pulau terpencil tersebut. 

    Tasnya dikubur dan diberi tanda seperti ditancapkan kayu. Tersangka diberi upah Rp40 juta sekali jalan dari Johor, Malaysia ke Pulau Alang Bakau. Tim berhasil mengamankan 54 kilogram sabu di Pulau Alang Bakau," ujar Eko.

    Kedua tersangka tersebut dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 (1) dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. 



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id