Berkas Perkara Penyerangan terhadap Polisi Dikirim ke Kejaksaan

    Siti Yona Hukmana - 19 Juni 2019 17:39 WIB
    Berkas Perkara Penyerangan terhadap Polisi Dikirim ke Kejaksaan
    Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: Polda Metro Jaya telah mengirimkan berkas perkara tahap pertama terkait penyidikan pelaku penyerangan terhadap polisi saat kerusuhan Selasa, 21 Mei, dan Rabu, 22 Mei 2019, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Berkas P19 itu dikirim Selasa, 18 Juni 2019. 

    "Ada 70 berkas perkara tahap pertama kemarin dikirim," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu, 19 Juni 2019. 

    Argo merincikan 70 berkas perkara itu. Menurut dia, berkas itu terdapat dari sejumlah direktorat. Dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) ada 35 berkas, Ditreskrimsus ada 16 berkas, Ditresnarkoba 11 berkas, dan Polres Jakarta Barat delapan berkas. 

    "Sudah tahap pertama untuk kasus perusakan dan penyerangan anggota Polri," ujar Argo. 

    Selain itu, lanjut Argo, pihaknya juga telah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) terkait kasus itu. SPDP telah dikirim ke kejaksaan untuk menunjuk jaksa penuntut umum (JPU).  "Ada 23 SPDP yang kita kirim dalam kasus ini," imbuh dia. 

    Sebelumnya, Argo mengungkapkan ada 234 polisi yang menjadi korban kerusuhan saat demontrasi penolakan hasil pemilu pada 21 dan 22 Mei 2019. Polisi juga mengalami materiel.

    Sejumlah kerugian itu ditimbulkan akibat adanya kerusakan bangunan. Hal ini menimpa Asrama Brimob, Petamburan, Jakarta Barat; Polsek Petamburan, Jakarta Barat; Pos Sektor Sabang; Pos Lalu Lintas (Lantas) Sarinah; Pos Lantas Slipi Jaya; Pos Lantas Sabang; dan Pos Lantas Cut Mutia. 

    Tak hanya bangunan, Argo juga menyebut ada kerugian atas rusaknya sejumlah kendaraan polisi. Kerusakan meliputi 15 sepeda motor di Asrama Brimob Petamburan, 29 mobil, dua bus Brimob (dibakar), dua bus Brimob (dirusak), dua truk Brimob, satu truk Rubicon dinas Brimob, dan satu Toyota Rush dinas Brimob.

    Baca: Kejaksaan Tinggi DKI Terima SPDP Kerusuhan 21-22 Mei

    Dalam penyidikan ini, kata Argo, 21 laporan polisi sudah masuk. Sebanyak 10 laporan masuk di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, satu laporan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, dua laporan di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, dan delapan laporan di Polres Metro Jakarta Barat.

    "Sebanyak 447 tersangka ada yang berasal dari Lampung, Banten, dari Jakarta sendiri, Jakbar. Di luar Jawa juga ada, seperti Aceh dan sebagainya. Kita masih melakukan penyidikan," pungkas Argo. 

    Polisi juga mengidentifikasi dua kelompok dari ratusan orang tersangka itu. Sebanyak dua orang berasal dari kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi dengan ISIS. Sementara itu, tiga orang lain juga diidentifikasi dari kelompok perusuh.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id