Imam Nahrawi Ajukan Praperadilan - Medcom

    Imam Nahrawi Ajukan Praperadilan

    Antara - 18 Oktober 2019 15:05 WIB
    Imam Nahrawi Ajukan Praperadilan
    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Imam ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

    Seperti dilansir Antara, dikutip dari sistem informasi penelusuran perkara pada laman https://pn-jakartaselatan.go.id Jumat, 18 Oktober 2019, Imam resmi mengajukan praperadilan pada Selasa, 8 Oktober 2010 dengan nomor perkara 130/Pid.Pra/2019/PN.JKT.SEL terhadap termohon, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

    Praperadilan ditujukan kepada pimpinan KPK untuk menguji perkara sah atau tidaknya penetapan tersangka kepada dirinya.     

    Sidang perdana praperadilan Imam Nahrawi akan digelar pada Senin, 21 Oktober 2019 dipimpin oleh Hakim Tunggal Elfian. Pada sidang perdana, pihak pemohon akan membacakan permohonan praperadilannya. 

    Ada tujuh petitum yang diajukan pihak pemohon (Imam Nahrawi) kepada pihak termohon (KPK). Di antaranya meminta penetapan tersangka terhadap mantan Menpora itu dicabut karena tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.    

    Imam ditetapkan sebagai tersangka bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum. Imam diduga menerima suap dan gratifikasi sebanyak Rp26,5 miliar melalui Ulum.
     
    Pemberian uang itu sebagai komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam menerima suap dan gratifikasi itu sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan Menpora.
     
    Penetapan tersangka Imam merupakan hasil pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat lima tersangka. Mereka yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana.
     
    Kemudian, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Adhi Pumamo dan Staf Kemenpora Eko Tryanto. Kelima orang itu telah mejalani sidang dan divonis bersalah di pengadilan tingkat pertama.
     
    Imam dan Miftahul dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 junto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
     



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id