Bambang Widjajanto Tutup Mulut Terkait Wacana Pemangkasan TGUPP

    Nur Azizah - 10 Desember 2019 18:46 WIB
    Bambang Widjajanto Tutup Mulut Terkait Wacana Pemangkasan TGUPP
    Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI bidang Pencegahan Korupsi Bambang Widjojanto. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI bidang Pencegahan Korupsi Bambang Widjojanto tak mau menanggapi ihwal wacana pemangkasan anggota TGUPP. Ia mengaku tak berhak berbicara. 

    "Jadi, ketua TGUPP (Amin Subekti) lah yang harus jawab itu. Saya tidak tahu pastinya seperti apa," kata Bambang di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019.

    Bambang mengaku perencanaan tim diketahui ketua. Amin dianggap memiliki peta keberhasilan TGUPP. 

    "Dia tahu apa yang mau dikerjakan dan apa keberhasilan output dan outcome yang dihasilkan. Kalau saya kan fungsinya lebih pelaksanaan saja. Perencanaan itu lebih ke ketua TGUPP," tutur dia.

    Bambang menilai jumlah anggota TGUPP bidang Pemberantasan Korupsi sudah sesuai. Meski, jumlahnya kurang ideal.

    "Kalau pakai ukuran saya ya cuma punya lima orang, ditambah staf administrasi satu, dua supporting. Harusnya kita tujuh, jadi tinggal lima," kata dia.

    Pemangkasan anggota TGUPP berkaitan dengan rencana pengurangan anggaran TGUPP.  Wacana ini sempat digulirkan saat pembahasan RAPBD di DPRD DKI Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

    "Permasalahannya TGUPP ini melebihi kapasitasnya daripada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). TGUPP sebelumnya memberi masukan kepada gubernur bukan ke SKPD," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. 

    Prasetio menyebut terjadi kegalauan di SKPD dalam menyerap permasalahan Ibu Kota. "Terus terang saja saya mau OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang namanya TGUPP. Ini sudah menjadi pos baru di pemerintahan daerah," tutur dia. 

    Terlebih, seorang anggota TGUPP Achmad Haryadi ketahuan rangkap jabatan sebagai dewan pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Prasetio mempertanyakan kesesuaian anggaran. 

    "Jadi tolong ini mau dipakai, kajiannya seperti apa? Dikasih Rp18,9 miliar ini dipakai buat apa saja?," kata dia.

    Berikut besaran honor TGUPP:

    Ketua Rp51,570 juta.
    Ketua Bidang Rp41,220 juta.
    Anggota Grade 1 Rp31,770 juta.
    Anggota Grade 2 Rp26,550 juta.
    Anggota Grade 2a  Rp24,930 juta.
    Anggota Grade 2b Rp20,835 juta.
    Anggota Grade 3  Rp15,300 juta.
    Anggota Grade 3a  Rp13,500  juta.
    Anggota Grade 3b  Rp9,810 juta.
    Anggota Grade 3c  Rp8,010 juta



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id