Modus Operandi ASABRI dan Jiwasraya Disebut Sama

    Antara - 13 Januari 2020 16:06 WIB
    Modus Operandi ASABRI dan Jiwasraya Disebut Sama
    Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: MI/M Irfan
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyebut ada kesamaan antara kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI), dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kuat dugaan, perkara tersebut juga dilakukan orang yang sama.

    "Iya, modus operandinya sama, bahkan ada mungkin beberapa orangnya yang sama. Tapi nantilah. Yang penting itu akan dibongkar karena itu melukai hati kita semua," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 13 Januari 2020.

    Mahfud belum mau mengungkap seluruhnya dugaan korupsi di ASABRI. Dia masih menunggu kepulangan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang sedang dinas ke luar negeri.

    "Minggu ini (akan dipanggil). Kan masih pada di luar negeri semua itu, Pak Erick dan lainnya. Jadi kita akan panggil dan kemudian akan jalan (pembahasannya)," kata Mahfud.

    Mahfud menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan korupsi. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan semua kasus korupsi harus dibongkar. 

    Dugaan awal, korupsi ASABRI merugikan negara hingga Rp10 triliun. Mantan Menteri Pertahanan ini mengaku prihatin lantaran kasus serupa pernah terjadi pada 1999.

    "Sudah ada memakan korban. Sudah ada terpidananya juga swasta dan ABRI aktif. TNI aktif waktu itu. Sekarang kalau terjadi lagi, sesudah negara mengeluarkan uang untuk prajurit dan tentara itu, terjadi lagi," kata Mahfud.

    Mahfud mengatakan kasus ini juga menjadi perhatian serius Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia berharap kasus ini segera diselidiki.

    Mahfud mengaku telah mengecek hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menunjukkan korupsi di ASABRI cukup besar. "Tapi sekarang sedang divalidasi oleh institusi lain. BPK yang minta (validasi) karena polanya sama dengan Jiwasraya. Modus operandinya sama," kata Mahfud.

    Saham-saham yang menjadi portofolio ASABRI diinformasikan berguguran sepanjang 2019. Penurunan harga saham bahkan mencapai lebih dari 90 persen sepanjang tahun.

    Dikutip dari website resmi ASABRI, perusahaan pelat merah itu berbentuk perseroan terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara diwakili Menteri BUMN selaku pemegang saham atau RUPS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2003.

    Secara filosofis, ASABRI merupakan perusahaan asuransi jiwa bersifat sosial yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan undang-undang, dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri, dan PNS Kemhan/Polri.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id