Kivlan Diizinkan Operasi Pengangkatan Serpihan Granat

    Kautsar Widya Prabowo - 03 Oktober 2019 15:53 WIB
    Kivlan Diizinkan Operasi Pengangkatan Serpihan Granat
    Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Mayjen (Purn) Kivlan Zen (kursi roda) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Ketua Majelis Hakim Hariono memberikan izin pembantaran terhadap terdakwa kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Kivlan akan menjalani operasi pengangkatan serpihan granat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) telah menerima surat dari RSPAD dengan tanda tangan dokter Lukman. Dokter menyebut Kivlan harus menjalani operasi pengangkatan benda asing atau corpus alienum

    "Karena memang berkaitan dengan masalah kesehatan, maka kami juga melakukan pembantaran berdasarkan penetapan dari majelis," kata Hariono di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019.

    Majelis hakim tidak membatasi waktu perawatan Kivlan. Pengadilan menunggu Kivlan dipastikan sehat. Namun, Kivlan bersikukuh agar sidang tetap dilanjutkan. Dia ingin urusannya segera rampung.  

    "Saya tanya kepada dokter yang akan mengoperasi saya, apakah boleh saya ditunda untuk dioperasi sampai saya selesai persidangan dengan keadaan saya seperti ini?" ungkap Kivlan.

    Majelis hakim tidak bisa memenuhi permintaan Kivlan. Hariono menjelaskan keputusannya tidak bermaksud untuk mengulur-ulur waktu persidangan, melainkan untuk alasan kemanusiaan. Terlebih legalitas status advokat kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, bermasalah. 

    "Jadi setiap persidangan itu harus sehat. Kemudian masih ada ganjalan mengenai status saudara Tonin. Ini biar clear dulu, Pak. Sembari nunggu clear, Bapak ikuti saran dokter. Ada juga saran dokter Bapak harus kontrol," pungkas Hakim.

    Kivlan didakwa menguasai senjata api ilegal. Dia disebut memiliki empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam. Kivlan sempat mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk berobat ke RSPAD. Dia menyampaikan itu usai jaksa membacakan dakwaan terhadap dirinya. 

    Kivlan menjalani perawatan di RSPAD pada Selasa, 17 September 2019. Tonin menyebut kliennya telah mendapatkan izin menjalani perawatan di luar rumah tahanan (rutan) dalam Surat Penetapan Nomor 960/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst yang diteken hakim ketua Hariono dan dua hakim anggota Hastopo dan Saifudin Zuhri.

    Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu juga mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. Kivlan kini dititipkan di Rutan Polda Metro Jaya yang sebelumnya ditempatkan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

    Kivlan ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan perdana kasus dugaan makar di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Rabu, 29 Mei 2019. Namanya terseret kasus kepemilikan senjata api ilegal usai enam orang tersangka kasus dugaan makar ditangkap. 

    Keenam tersangka itu adalah IK alias HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. Mereka diduga menunggangi aksi demonstrasi penolakan hasil pemilu pada 21-22 Mei 2019. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id