Tim Teknis Kasus Novel Gandeng Dukcapil Cari Pelaku

    Kautsar Widya Prabowo - 07 Agustus 2019 12:16 WIB
    Tim Teknis Kasus Novel Gandeng Dukcapil Cari Pelaku
    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
    Jakarta: Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengungkapkan tim teknis pengusutan penyiraman air keras pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai bekerja. Tim menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) untuk mencari identitas pelaku. 

    "Dari CCTV kami petakan, juga sketsa wajah (pelaku). Kembali kami cocokan dengan Dukcapil, sebab pelaku bisa saja orang luar Jakarta. Sehingga kami perlu payung (data) dari Kemendagri," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Tim teknis juga berencana bekerja sama dengan Kepolisian Australia dan Amerika Serikat untuk meganalisa gambar dari kamera pemantau. Langkah ini sebelumnya pernah dilakukan oleh tim pencari fakta (TPF), dengan hasil wajah pelaku tidak terlihat. 

    Kendati demikian, jenderal bintang dua itu optimistis. "Kami kalau bekerja tidak boleh pesimis, harus berhasil, coba lagi. Kami optimistis akan terungkap," tutur Iqbal.

    (Baca juga: Polisi Menaati Presiden di Kasus Novel)

    Novel diserang orang tak dikenal, Selasa, 11 April 2017, usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap sosok pelaku.
     
    Kapolri Jenderal Tito Karnavian kemudian membentuk TPF untuk mengungkap kasus ini Selasa, 8 Januari 2019. Pembentukan tim ini rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
     
    Setelah enam bulan bertugas, TPF menduga teror terhadap Novel bermotifkan balas dendam. Kasus korupsi kasus yang ditangani Novel diduga menciptakan dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan.
      
    Teror ini kemungkinan besar bisa lakukan oleh pelaku seorang diri, atau dengan memerintahkan orang lain. Penyerangan diduga berkaitan dengan enam kasus yang ditangani Novel di KPK.
     
    TPF mencurigai tiga orang yang diduga kuat berkaitan dengan teror terhadap Novel. Mereka sempat berada sekitar rumah Novel sebelum penyerangan.
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id