Masinton: KPK Sudah Tidak Sehat

    Kautsar Widya Prabowo - 12 September 2019 19:08 WIB
    Masinton: KPK Sudah Tidak Sehat
    Anggota Komisi III Masinton Pasaribu memakai kaus yang menyidir KPK. Foto: Medcom.id/M Rodhi Aulia
    Jakarta: Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengatakan terdapat masalah di dalam tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang harus dibenahi. Salah satunya konferensi pers yang dinilai ilegal terkait calon pimpinan KPK Firli Bahuri.

    "Lembaga sudah enggak sehat," kata Masinton di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.

    Masinton menekankan konferensi ilegal itu diakui Wakil Pimpinan KPK Alexander Marwata dalam uji kepatutan dan kelaikan calon pimpinan KPK. Jumpa pers itu tidak melibatkan Alexander selaku pimpinan KPK.

    "Ternyata tidak melalui mekanisme di KPK. Bahkan, tiga pimpinannya enggak tahu ada konpers (konferensi pers)," jelas dia.

    Atas dasar tersebut, politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menduga terjadi perpecahan di internal KPK. Kondisi ini menjadi tantangan yang besar bagi calom pimpinan Korps Antirasuah. 

    "KPK yang selama ini mempersepsikan dirinya paling benar dan taat aturan, punya integritas tinggi, sistem di dalam bagus, tapi enggak seperti itu," jelas dia.

    Dia juga menyinggung ada beberapa kasus yang diputuskan berdasarkan voting pimpinan KPK. Dia menilai hal ini harus diubah. "Harus objektif yaitu alat bukti yang dicari. Itu fungsinya penyelidikan dan penyidikan, menyiapkan alat bukti. Bukan voting," tutur dia.

    Dia menyebut asas penyelidikan dan penyidikan sesuai hukum acara tidak dipatuhi KPK. Seharusnya, hakim mempunyai kewenangan untuk menguji barang bukti atau dakwaan, sehingga ada dissenting opinion.

    "Hakim itu diberikan kewenangan sebagai wakil Tuhan memutus perkara. Lah kok ini di KPK, tersangka karena mayoritas. Itu mencerminkan bobroknya KPK yang dipersepsi baik ke publik," pungkas dia.

    Sementara itu, Alex Marwata sebelumnya menilai konferensi pers yang digelar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang terkait dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri, ilegal. Hal itu tidak bedasarkan keputusan dari lima pimpinan KPK.

    "Kalau tiga pimpinan sudah menyatakan ditutup tapi yang dua atau satu masih terus jalan, bertentangan dengan tiga pimpinan saya pikir itu tidak sah juga," ujar Alex.

    Alex menyebutkan tiga pimpinan KPK sebenarnya menginginkan kasus Firli untuk ditutup. Pasalnya, Firli sudah diberhentikan tanpa catatan untuk bertugas kembali di kepolisian.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id