Korban First Travel Minta Jaksa Agung Ajukan Penundaan Lelang

    Juven Martua Sitompul - 03 Desember 2019 23:10 WIB
    Korban First Travel Minta Jaksa Agung Ajukan Penundaan Lelang
    Korban First Travel minta Jaksa Agung ajukan penundaan lelang. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
    Jakarta: Korban First Travel bersama kuasa hukum, Pitra Romadhoni Nasution meminta Kejaksaan Agung mengajukan penundaan lelang aset milik korban yang dirampas negara. Penundaan dilakukan agar para korban kembali mendapatkan haknya.

    "Kita meminta kepada Bapak Jaksa Agung (ST Burhanuddin) agar resmi menunda lelang ini sampai terciptanya solusi penyelesaian berupa pengembalian uang kepada para jemaah korban First Travel," kata Pitra di Kejagung RI, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Pitra yakin aset belum resmi dieksekusi meskipun putusan MA menyatakan aset First Travel dikembalikan pada negara. "Tetapi ini sudah dirampas tapi belum dieksekusi," tegasnya. 

    Apalagi, kata Pitra, tuntutan jaksa dalam kasus ini bukan untuk menyerahkan aset kepada negara. Melainkan, dikembalikan pada para korban. "Makanya saya menilai ada melampaui batas terhadap putusan tersebut," tuturnya.

    Korban yang ikut hadir di Kejagung yakni kuli cuci bernama Widji; guru honorer, Aisah; dan beberapa korban lainnya. Mereka meminta Kejagung memberi perlindungan terhadap hak korban.

    Pengadilan Negeri (PN) Depok memvonis tiga bos First Travel Andika Surrachman, Aniessa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan bersalah dalam kasus penipuan umrah First Travel. Ketiganya dinyatakan telah menipu dan menggelapkan Rp905 miliar dari 63.310 calon jemaah umrah.

    Andika dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, Aniessa Hasibuan 18 tahun penjara, dan Kiki Hasibuan 15 tahun penjara. Namun putusan menyatakan aset dirampas negara karena pelapor, yang juga jemaah dalam persidangan, menolak aset diserahkan kepada mereka.

    Dalam pertimbangannya, hakim memutus aset dirampas negara sesuai Pasal 39 jo Pasal 46 jo Pasal 194 KUHP. Tidak terima dengan putusan itu, Andika mengajukan banding dan kasasi.

    Jaksa juga mengajukan banding agar aset dikembalikan ke jemaah. Namun, majelis hakim kasasi yang dipimpin Andi Samsam Nganro meyakini putusan Pengadilan Negeri Depok sudah benar.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id