Praktik Impor Telur Ilegal Terbongkar

    Kautsar Widya Prabowo - 12 Februari 2020 15:50 WIB
    Praktik Impor Telur Ilegal Terbongkar
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri membongkar sindikat impor kuning telur asin beku asal India, ilegal. Aksi itu dilakukan PT ABN dengan nilai jual ditaksir Rp1 miliar. 

    "Dugaan pelanggaran importasi frozen egg yolk 10 persen salted atau kuning telur asin 10 persen dengan jumlah 15 ton," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Raden Prabowo Argo Yuwono di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Jakarta Selatan, Rabu, 12 Januari 2020.

    Kepala Satgas Pangan Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan polisi mendapat informasi soal kasus ini dari masyarakat pada September 2019. Informasi itu menyebut ada upaya mendatangkan barang ke dalam negeri tanpa memenuhi syarat perizinan impor.

    Satgas Pangan bergerak Kamis, 12 September 2019. Polisi menemukan indikasi impor tanpa surat persetujuan dari Kementerian Perdagangan dan rekomendasi dari Kementerian Pertanian.

    "Jadi, dalam kasus ini ada aturan yang dilanggar yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan," jelas dia.

    Satgas Pangan dibantu Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) kemudian menggagalkan impor ilegal ini. Telur impor itu kemudian dimusnahkan untuk memberi efek jera kepada pelaku. 

    Praktik Impor Telur Ilegal Terbongkar
    Polisi merilis kasus impor telur ilegal di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

    PT ABN diganjar sanksi administratif. Perusahaan tersebut wajib memenuhi kebutuhan produksinya menggunakan bahan baku telur dari dalam negeri. 

    Tindakan importir nakal ini dikhawatirkan mengganggu perekonomian masyarakat, khususnya bagi para perternak. Pasalnya, penjualan telur di dalam negeri berkurang imbas banyaknya telur impor yang tidak sesuai ketentuan. 

    "Praktik ini mengganggu stabilisasi harga telur dalam negeri," pungkas Daniel.



    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id