Sindikat Pengedar Uang Palsu Kelas Kakap Ditangkap

    Cindy - 18 Februari 2020 15:42 WIB
    Sindikat Pengedar Uang Palsu Kelas Kakap Ditangkap
    Bareskrim merilis pengungkapan sindikat peredaran uang palsu kelas kakap
    Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipiddeksus) Bareskrim Polri menangkap sindikat peredaran uang palsu kelas kakap. Delapan orang berinisial NI, FT, SD alias Ferry, RS, CC, STR, RW dan SY alias Yoko ditangkap.

    "Jaringannya belum terungkap semua, tapi delapan orang sudah tertangkap. Sampai sekarang masih dikejar sisanya," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen Daniel Tahi Monang di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020. 

    Daniel menuturkan kedelapan tersangka berperan sebagai pengedar dan pencetak uang palsu. Uang palsu tersebut dijual para tersangka dengan nominal 10 kali lipat dari pembelian. 

    "Misalnya saya ada uang, mau beli atau enggak, misalnya saya kasih Rp satu juta kamu dapat Rp 10 juta (uang palsu). Kalau Rp 10 juta dia dapat Rp 100 juta, jadi dicetak sama dia sesuai penawaran," terang Daniel. 

    Pengungkapan bermula saat Anggota Subdit IV Dittipideksus menyamar sebagai pelanggan untuk membeli uang palsu pada Senin, 6 Januari 2020. Tim sepakat bertemu dengan Tersangka NI dan FT dan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Mereka pun ditangkap tangan. 
     
    "Barang bukti yang diamankan berupa seribu lembar pecahan 100 ribu dolar beserta dua handphone," ucap Daniel. 

    Sindikat Pengedar Uang Palsu Kelas Kakap Ditangkap
    Barang bukti uang palsu disita Bareskrim. Foto: Medcom/Cindy

    Selanjutnya, polisi menangkap SD alias Ferry dan RS di Parkiran Mall BTC, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu, 29 Januari 2020. Polisi menyita barang bukti sebanyak 3.500 lembar pecahan Rp100 ribu, atau setara Rp 350 juta uang palsu, satu unit komputer, dan mesin cetak. 

    Tersangka CC ditangkap di Cibinong, Bogor atas pengembangan dari penangkapan SD alias Ferry. Barang bukti yang diamankan 200 lembar pecahan Rp 100 ribu, atau setara Rp20 juta. Lalu, giliran tersangka STR dan RM yang ditangkap di sebuah hotel di kecamatan Tambun, Bekasi. 

    "Mereka ditangkap dari hasil interogasi tersangka Fery. Barang bukti yang diamankan 500 lembar pecahan Rp 100 ribu (Rp 50 juta)," ujar Daniel. 

    Kedelapan tersangka dijerat pasal 244 KUHP dan atau pasal 245 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP untuk mata uang asing. Serta, Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id