Korpolairud Baharkam Polri Selidiki 349 Kasus Hingga Mei 2020

    Yurike Budiman - 20 Mei 2020 05:54 WIB
    Korpolairud Baharkam Polri Selidiki 349 Kasus Hingga Mei 2020
    Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen Lotharia Latif (kiri) bersama Direktur Polair Baharkam Polri, Kombes Yassin Kosasih saat menggelar konferensi pers, Jakarta. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri menyelidiki sebanyak 349 kasus sejak Januari 2020-pertengahan Mei 2020. Kasus yang ditangani bermacam-macam.

    Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen Lotharia Latif, menjelaskan ada sebanyak 89 kejahatan konvensional, 200 kejahatan terkait kekayaan negara, 48 kejahatan antarnegara atau transnasional crimes, dan 12 kecelakaan laut.

    "Atas pengungkapan ini, kami berhasil menyelamatkan kerugian negara yang nilainya mencapai Rp129 miliar," kata Latif di kantornya, Selasa, 19 Mei 2020.

    Direktur Polair Baharkam Polri, Kombes Yassin Kosasih, menambahkan, pihaknya telah menyelidiki sebanyak 79 dari total 349 kasus. Sisanya, diselidiki Polair jajaran wilayah.

    "Dari jumlah tersebut ada sebanyak 74 orang tersangka. Sebanyak 11 orang ditahan di Polair Mabes dan 63 lainnya di Polair jajaran masing-masing wilayah," kata Yassin.

    Selama empat bulan terakhir, Polair juga berpatroli sebanyak 582 kali atau selama 7.324 jam di perairan Indonesia. "Kami juga melakukan pengamanan di 10 titik area kapal berlabuh yang rawan kejahatan," kata dia.

    Yassin mengatakan kasus yang menonjol selama empat bulan terakhir di antaranya Subdit Gakkum Polair Mabes menyita dua truk tanki tronton di Jakarta yang mengangkut BBM ilegal dari wilayah Banten pada 6 Maret 2020. Kemudian, KP. Kolibri-4015 menangkap KM. MA VII yang mengangkut 95 ribu liter BBM ilegal jenis HSD di Muara Baru, Jakarta Utara, pada 16 Mei 2020.

    Adapula penangkapan kapal yang mengangkut 38.500 minuman keras ilegal berbagai merek oleh Ditpolairudda Bangka Belitung pada 4 Februari 2020. Kasus ini paling menonjol lantaran kapal tersebut telah menjadi target operasi. Saat dilakukan pengejaran, kapal tersebut tidak berhenti sehingga dilakukan penembakan terhadap mesin kapal.

    "Untuk kasus ini penangkapannya menggunakan helikopter Polda Babel, kapalnya ditembak dari atas karena tidak mau berhenti," ujarnya.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id