KPK Bidik Adi Toegarisman Lewat Keterangan Miftahul Ulum

    Fachri Audhia Hafiez - 18 Mei 2020 09:31 WIB
    KPK Bidik Adi Toegarisman Lewat Keterangan Miftahul Ulum
    Ilustrasi. Media Indonesia.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mendalami keterangan asisten pribadi Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, dalam persidangan. Salah satunya, soal dua pejabat yang diduga menerima uang dana hibah Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

    Kedua pejabat yang disebut itu, yakni anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi dan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Adi Toegarisman. Qosasi diduga menerima Rp3 miliar dan Adi Rp7 miliar.

    "Keterangan saksi di bawah sumpah di depan persidangan tentu menjadi satu keterangan saksi yang bernilai sebagai alat bukti," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    KPK akan mendalami keterangan Ulum dari berbagai sisi. Mulai alat bukti yang bersesuaian dengan keterangan saksi lainnya, petunjuk, ataupun keterangan terdakwa.

    Ali mengatakan seluruh fakta telah dicatat jaksa penuntut umum. Seluruh fakta persidangan akan dianalisis yuridis. 

    Baca: KPK Diminta Mendalami Keterlibatan Adi Toegarisman di Suap KONI

    Lembaga Antirasuah memastikan akan mengembangkan perkara itu. Bila ditemukan fakta hukum maupun pertimbangan majelis hakim dalam putusan, tak menutup kemungkinan KPK akan menjerat pihak-pihak yang diduga menerima kucuran uang haram tersebut.

    "Setidaknya adanya dua alat bukti permulaan yang cukup. Maka tentu KPK tak segan untuk menentukan sikap berikutnya dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka," tutur Ali.

    Sebelumnya, Ulum menyebut Qosasi dan Adi diketahui menerima uang dari Kemenpora. Pemberian fulus diduga agar BPK dan Kejaksaan Agung menutup rapat persoalan keuangan yang membelit KONI maupun Kemenpora.

    Hakim meminta Ulum menjelaskan detail nama-nama pihak yang menerima uang tersebut. "Untuk inisial AQ yang terima Rp3 miliar itu, Achsanul Qosasi. Kalau Kejaksaan Agung ke Adi Toegarisman, setelah itu KONI tidak lagi dipanggil oleh Kejagung," ujar Ulum saat bersaksi dalam persidangan, Jumat, 15 Mei 2020

    Miftahul Ulum didakwa menerima suap Rp11,5 miliar. Suap berasal dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy.

    Suap tersebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora.

    Pengajuan dana itu termuat dalam proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan, dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. Kedua, proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event Asian Games dan Asian Para Games 2018.

    Miftahul didakwa melanggar Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Miftahul turut didakwa menerima gratifikasi Rp8,648 miliar. Uang bersumber dari sejumlah pihak.

    Miftahul didakwa melanggar Pasal 12B ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id