Novel Sebut Saksi Penting Tak Dihadirkan di Persidangan

    Fachri Audhia Hafiez - 18 Mei 2020 16:06 WIB
    Novel Sebut Saksi Penting Tak Dihadirkan di Persidangan
    Penyidik KPK Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyayangkan saksi penting dalam kasus penyiraman terhadap dirinya tak dihadirkan dalam persidangan. Padahal, saksi tersebut pernah diperiksa penyidik Polri.

    "Tiga saksi penting ini adalah saksi yang mengetahui saat saya sedang diintai sebelum diserang. Jadi dua minggu sebelumnya," kata Novel dalam diskusi virtual, Senin, 18 Mei 2020.

    Novel tidak menjelaskan saksi yang dimaksud. Namun, ketiga saksi memiliki bukti dokumentasi saat pelaku melakukan pengintaian di kompleks kediaman Novel.

    Para saksi itu pernah bertemu dengan pelaku dua hari sebelum Novel diserang pada Selasa, 11 April 2017. Pelaku melakukan pengintaian di sekitar masjid tempat biasa Novel melaksanakan salat.

    "Saksi yang melihat dengan jarak yang cukup dekat terhadap orang-orang yang melakukan penyerangan terhadap diri saya. Sehingga apabila dia dihadirkan di sidang tentunya kita berharap ia bisa memberikan kesaksian yang jelas untuk mendudukkan dengan objektif," ujar Novel.

    Baca: Kuasa Hukum Novel Heran Polri Bantu Pelaku Penyiram Air Keras

    Novel sempat mengonfirmasi kepada jaksa penuntut umum perihal ketiga saksi tidak masuk daftar yang bakal dihadirkan di persidangan. Menurut jaksa, daftar saksi tersebut diperoleh dari Polri.

    "Jaksa hanya mengatakan 'kami tidak tahu, kami hanya menerima dari penyidik Polri'. Bahwa inilah saksi-saksinya dan ketika ditanya kembali terkait dengan kesaksian-kesaksian yang penting, mereka seperti tidak bisa tidak berdaya," tutur Novel.

    Kehadiran ketiga saksi tersebut mesti diajukan kuasa hukum. Dia menyebut saksi penting itu harus hadir karena ketiganya juga beberapa kali diperiksa penyidik Polri dan tim gabungan bentukan Kapolri.

    "Saksi mempunyai pengetahuan dan informasi-informasi yang cukup banyak terkait dengan serangan kepada diri saya. Oleh karena itu rekan-rekan kuasa hukum juga barangkali hari ini menyampaikan surat tersebut untuk meminta saksi-saksi penting itu dihadirkan," ucap Novel.

    Baca: Tim Advokasi Singkap Sembilan Kejanggalan Persidangan Novel

    Novel diserang Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette pada Selasa, 11 April 2017. Kedua penyerang didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Novel secara bersama-sama dan direncanakan. Perbuatan itu berupa menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke badan dan muka Novel.

    Perbuatan Rahmat dan Ronny membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

    Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id